Mu’ti Pastikan MBG Tak Pangkas Anggaran Pendidikan, Data APBN Tunjukkan Cerita Berbeda

Mu’ti Pastikan MBG Tak Pangkas Anggaran Pendidikan, Data APBN Tunjukkan Cerita Berbeda

Mu’ti menegaskan MBG tak kurangi anggaran pendidikan, namun struktur APBN 2026 menunjukkan Rp223 triliun masuk pos pendidikan melalui Badan Gizi Nasional.-Foto: Antara-

Untuk mendukung pelaksanaan program, Kemendikdasmen membangun dan merehabilitasi 14.591 toilet di 11.490 sekolah serta 6.686 ruang UKS sepanjang 2025. Fasilitas itu disebut sebagai fondasi pembiasaan hidup bersih dan sehat di lingkungan pendidikan.

BACA JUGA:Tarif 15 Persen Trump Dinilai Hapus Keuntungan Negosiasi Dagang Indonesia

Pos Anggaran dan Perdebatan Publik

Penegasan Mu’ti muncul di tengah perdebatan mengenai prioritas belanja negara. Pemerintah menekankan program makan bergizi gratis tidak menggerus alokasi pendidikan dan berjalan beriringan dengan penguatan sektor tersebut.

Namun dokumen lampiran Peraturan Presiden Nomor 118 Tahun 2025 tentang rincian APBN 2026 menunjukkan anggaran MBG masuk dalam pos pendidikan. Dari total Rp769 triliun anggaran pendidikan, Rp223 triliun dialokasikan kepada Badan Gizi Nasional untuk menjalankan program tersebut.

Dalam APBN 2026, pemerintah juga memangkas dana transfer ke daerah yang selama ini digunakan antara lain untuk bantuan operasional sekolah dan dana alokasi khusus fisik pendidikan.

Pemangkasan anggaran pendidikan sebelumnya juga terjadi pada APBN 2025. Pagu awal Kementerian Pendidikan Tinggi yang sebesar Rp57,68 triliun turun menjadi Rp43 triliun. Sementara pagu awal Kemendikdasmen dari Rp33,55 triliun berkurang menjadi Rp26,27 triliun.

Perbedaan antara penjelasan pemerintah dan struktur anggaran dalam dokumen resmi itulah yang kini menjadi ruang diskusi publik mengenai arah kebijakan pendidikan dan pembiayaan program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Share

Berita Terkait