Perjanjian Dagang AS-Indonesia, Rocky Singgung RI Jadi Bulan-bulanan Trump
Rocky Gerung kritik perjanjian dagang Indonesia dengan AS dan menilai posisi RI lemah setelah perubahan tarif oleh sistem hukum Amerika.-Foto: Antara-
Ia juga menyinggung perubahan skenario yang terjadi setelah sistem hukum Amerika Serikat membatalkan kebijakan tarif yang sebelumnya diumumkan. Kondisi itu menunjukkan bahwa keputusan presiden di negara tersebut tetap tunduk pada mekanisme konstitusi.
“Sekali lagi ini jadi skandal sebetulnya karena apa yang sudah diputuskan akhirnya berubah pengandaiannya. Pengandaiannya pertama adalah Trump bisa menjamin walaupun secara sepihak perjanjian itu, ternyata Trump masih bisa dibatalkan oleh sistem hukum Amerika. Inilah konsekuensi dari kita tidak paham cara atau mekanisme politik sebetulnya di dalam konstitusi Amerika,” kata Rocky.
BACA JUGA:Iuran USD1 Miliar Belum Dibayar, Indonesia Pilih Kirim 8 Ribu Prajurit ke Gaza
Di tengah kritik tersebut, perjanjian dagang Indonesia dan Amerika Serikat masih menjadi pembahasan di dalam negeri, terutama terkait peluang renegosiasi setelah perubahan tarif. Pemerintah sebelumnya menyatakan akan mempelajari perkembangan terbaru sebelum menentukan langkah lanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News