Tawaran Rekonstruksi Gaza Dinilai Menyimpan Jebakan Politik

Tawaran Rekonstruksi Gaza Dinilai Menyimpan Jebakan Politik

Pakar UI mengingatkan skema rekonstruksi Gaza lewat Board of Peace berisiko menjebak Indonesia dan mengubah arah perjuangan Palestina.-Foto: Antara-

“Kalau mandatnya dari BoP dan tugasnya adalah melucuti senjata Hamas, kita jadi anteknya Israel. Ini yang bahaya. Ini menjadi melegitimasi yang seharusnya dilakukan oleh Israel apa yang terjadi hari ini, tapi ini Indonesia,” ujarnya.

BACA JUGA:Di Tengah Ancaman Militer, Trump Bingung Iran Belum Juga Menyerah

“Dan ini di mata rakyat kita akan buruk. Wah, nanti marahnya rakyat itu menggerus legitimasi Bapak Presiden yang punya approval rate yang sangat luar biasa,” lanjut dia.

Minta Kajian Mendalam di Lingkaran Kabinet

Di akhir pernyataannya, Hikmahanto meminta para pembantu presiden memberi masukan strategis yang lebih mendalam sebelum pemerintah mengambil keputusan dalam forum internasional. Ia menilai setiap langkah harus dihitung dari sisi politik luar negeri, legitimasi domestik, hingga konsistensi sikap Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina.

“Kita tidak mau nih akal bulusnya Israel, ternyata apa. Kita seolah-olah sebagai alatnya Israel. Kalau bahasa Jawa itu nabok nyilih tangan. Iya, nabok Hamas oleh Israel tapi menggunakan tangannya Indonesia. Udah nggak bener kalau misalnya seperti itu,” tegasnya.

Peringatan itu menjadi pengingat bahwa setiap inisiatif perdamaian tidak selalu berdiri di ruang netral. Di balik tawaran rekonstruksi dan stabilisasi, ada kepentingan besar yang menuntut ketelitian membaca arah, terutama bagi Indonesia yang sejak lama menempatkan kemerdekaan Palestina sebagai bagian dari sikap politik luar negerinya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Share

Berita Terkait