Prabowo Lagi-lagi Singgung Demo Ricuh Dikendalikan Kekuatan Asing
Presiden Prabowo kembali menuding demo ricuh dikendalikan kekuatan asing dan menegaskan unjuk rasa sah selama tidak berujung kerusuhan.-Foto: IG @presidenrepublikindonesia-
JAKARTA, PostingNews.id — Presiden Prabowo Subianto kembali melontarkan tudingan adanya campur tangan kekuatan asing di balik gelombang demonstrasi yang kerap terjadi. Pernyataan itu ia sampaikan saat memberikan taklimat dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026.
Di hadapan peserta rakornas, Prabowo menegaskan bahwa aksi unjuk rasa merupakan hak warga negara selama dilakukan sesuai koridor hukum. Namun, ia mengingatkan bahwa demonstrasi yang berujung kekerasan justru membawa petaka bagi bangsa dan negara.
“Jadi kelompok-kelompok ini saya yakin mereka dikendalikan oleh kekuatan asing. Yakin saya. Yakin saya dan saya punya bukti,” ujar Prabowo saat berbicara di Sentul International Convention Center, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin, 2 Februari 2026.
Meski menyebut telah mengantongi bukti, Prabowo tidak memerinci lebih jauh apa saja temuan yang dimaksud. Ia memilih menekankan bahaya yang muncul ketika aksi massa berubah menjadi kerusuhan terbuka.
Dalam taklimat itu, Prabowo menyoroti sejumlah unjuk rasa yang disertai aksi bakar-bakaran hingga pelemparan bom molotov. Menurut dia, tindakan semacam itu tidak lagi bisa dibenarkan sebagai ekspresi pendapat di muka umum, melainkan sudah masuk kategori tindak pidana yang membahayakan keselamatan banyak orang.
“Sedikit-sedikit mau demo. Demo boleh, tapi dia tidak berharap demo, dia berharap kerusuhan. Dan kerusuhan itu mencelakakan bangsa dan negara,” ucap Prabowo.
Kepala negara menilai pola kekerasan dalam demonstrasi semacam itu bukanlah kejadian spontan. Ia mencurigai ada pihak yang sengaja mengarahkan aksi agar berujung ricuh, dengan tujuan melemahkan stabilitas nasional.
Tudingan Lama yang Kembali Diulang
Pernyataan di rakornas ini bukan kali pertama Prabowo menyinggung peran kekuatan asing di balik demonstrasi. Isu serupa pernah ia lontarkan pada April 2025 dalam wawancara bersama enam pemimpin redaksi media nasional di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.
Dalam kesempatan itu, Prabowo mempertanyakan motif di balik aksi-aksi demonstrasi yang kerap terjadi. Ia menegaskan tetap menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat, namun mempertanyakan kemurnian gerakan tersebut.
“Coba perhatikan secara objektif dan jujur ya, apakah demo-demo itu murni atau ada yang bayar? harus objektif dong, iya kan,” kata Prabowo kala itu, seperti dikutip dari kanal YouTube Narasi Newsroom.
Prabowo kembali menekankan bahwa demonstrasi yang ia hormati adalah aksi yang berlangsung damai dan tidak menyulut kerusuhan. Sebaliknya, ia mengaku justru mencurigai gerakan yang menurutnya disetir oleh kepentingan asing.
Dengan kembali mengangkat isu ini, Prabowo seolah ingin menegaskan sikap pemerintah bahwa ruang demokrasi tetap terbuka, namun tidak untuk aksi yang berujung kekerasan dan dianggap mengancam kepentingan nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News