Ada Aliran Dana Kuota Haji ke Petinggi PBNU, KPK Akui Sudah Pegang Bukti
Aizuddin.--Foto: VOI
Sebelumnya, KPK mengungkap adanya dugaan aliran uang yang diterima Aizzudin dalam perkara korupsi kuota haji khusus tahun 2023 hingga 2024 yang terjadi di lingkungan Kementerian Agama. Dugaan itu muncul setelah penyidik memeriksa Aizzudin sebagai saksi pada Selasa 13 Januari 2026.
Menurut Budi, pemeriksaan tersebut difokuskan pada upaya menggali tujuan, pola, serta mekanisme dugaan aliran dana yang disebut-sebut mengalir kepada petinggi PBNU itu. Penyidik ingin memastikan bagaimana uang tersebut bergerak dan dalam konteks apa aliran itu terjadi.
“Ada dugaan aliran kepada yang bersangkutan, ini akan didalami maksudnya seperti apa, tujuannya untuk apa, kemudian bagaimana proses dan mekanisme aliran uang itu bisa terjadi,” kata Budi saat ditemui di Gedung ACLC KPK, Jakarta.
Selain itu, KPK juga menelusuri peran pihak-pihak yang diduga menjadi perantara antara biro perjalanan haji dan oknum di Kementerian Agama dalam pengurusan kuota haji khusus. Pendalaman tersebut mencakup tahapan administratif hingga dugaan transaksi yang menyertainya.
“Ini semuanya akan didalami perantara-perantaranya, kemudian seperti apa proses tahapan dan mekanisme dugaan aliran uang dari biro travel kepada oknum-oknum di Kementerian Agama,” ujar Budi.
Di sisi lain, Aizzudin secara tegas membantah tudingan tersebut. Usai menjalani pemeriksaan, ia menyatakan tidak pernah menerima aliran uang apa pun terkait perkara korupsi kuota haji. Ia juga menepis anggapan bahwa organisasi PBNU ikut menerima atau menikmati aliran dana dalam kasus tersebut.
“Enggak, enggak, enggak,” kata Aizzudin singkat kepada wartawan setelah diperiksa KPK pada Selasa kemarin.
Aizzudin berharap perkara dugaan korupsi kuota haji yang terjadi pada masa kepemimpinan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, tidak menyeret pengurus PBNU. Ia menilai kasus tersebut seharusnya menjadi bahan evaluasi dan refleksi bersama bagi seluruh jajaran pengurus organisasi.
Menurut dia, peristiwa ini patut dijadikan momentum introspeksi agar organisasi dapat menjaga integritas dan fokus pada kepentingan yang lebih luas. Ia menekankan pentingnya menempatkan kemaslahatan umat, organisasi, serta bangsa di atas kepentingan lain.
“Insya Allah kita doakan semua yang terbaik, yang maslahat, enggak ada masalah apapun, dan ini menjadi titik muhasabah introspeksi untuk semuanya, khususnya ya pengurus Nahdlatul ulama lah, cukup sudah kemarin ramai seperti itu dan seterusnya, ada kepentingan yang lebih besar, yaitu ummat, organisasi, bangsa dan negara,” ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News