Diduga Korban Penipuan Investasi Timothy Ronald Sebut Dapat Ancaman dan Tekanan

Diduga Korban Penipuan Investasi Timothy Ronald Sebut Dapat Ancaman dan Tekanan

Timothy Ronald.--Foto: Instagram Timothy Ronald.

JAKARTA, PostingNews.id - Kepolisian membenarkan adanya laporan dugaan penipuan investasi aset kripto yang kini tengah ditangani penyidik. Laporan tersebut telah masuk ke Polda Metro Jaya dan masih berada pada tahap awal penyelidikan.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi, Bhudi Hermanto, mengatakan laporan tersebut dibuat oleh seorang pelapor berinisial Y dan berkaitan dengan aktivitas investasi kripto.

“Benar, ada laporan terkait kripto oleh pelapor berinisial Y,” kata Bhudi saat dikonfirmasi, Minggu, 11 Januari 2026.

Menurut Bhudi, penyidik masih mendalami laporan tersebut dengan mengumpulkan keterangan awal serta bukti yang diserahkan pelapor.

“Saat ini terlapor dalam proses penyelidikan,” ujarnya.

Dalam laporan itu, nama Timothy Ronald dan rekannya bernama Kalimasada turut disebut. Keduanya dilaporkan atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, serta sejumlah pasal lain yang berkaitan dengan aliran dana dan ketentuan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Di balik laporan tersebut, muncul pengakuan sejumlah korban yang menyebut proses pelaporan tidak berlangsung mudah. Para korban mengaku berada dalam tekanan dan menerima ancaman sehingga memilih diam meski merasa dirugikan.

Informasi itu mencuat melalui unggahan akun Instagram @skyholic888. Akun tersebut menyebut para korban awalnya takut menempuh jalur hukum karena adanya intimidasi.

Ketakutan itu membuat sebagian korban menunda pelaporan hingga akhirnya mereka saling terhubung dan membentuk kelompok komunikasi.

Setelah merasa tidak lagi sendirian, para korban kemudian sepakat mendatangi kepolisian secara bersama-sama. Langkah kolektif tersebut disebut menjadi titik balik keberanian mereka untuk membawa perkara ke ranah hukum.

Jumlah Korban

Akun yang sama mengklaim Jumlah Korban mencapai sekitar 3.500 orang dengan estimasi kerugian lebih dari Rp200 miliar. Para korban berasal dari Akademi Crypto, sebuah komunitas yang didirikan Timothy Ronald bersama Kalimasada.

Kepolisian menyatakan pelapor akan kembali dipanggil untuk melengkapi keterangan dan memperdalam bukti-bukti yang telah diserahkan. Penyelidikan masih berfokus pada penelusuran fakta awal sebelum menentukan langkah hukum lanjutan.

Pengakuan korban mengenai tekanan dan ancaman tersebut memberi gambaran berbeda dari citra publik Timothy Ronald selama ini. Ia dikenal luas sebagai investor muda yang kerap mengampanyekan investasi berbasis fundamental dan berorientasi jangka panjang.

Namanya menjadi sorotan setelah kabar pembelian 11 juta lembar saham Bank Central Asia mencuat ke publik, yang membuatnya dijuluki sebagian kalangan sebagai figur investor muda berpengaruh.

Dalam sejumlah kesempatan, Timothy menegaskan bahwa pendekatan investasinya tidak bersifat spekulatif.

“Investasi bukan hanya soal mengejar keuntungan cepat. Bagi saya, investasi adalah tentang kesabaran dan disiplin jangka panjang. Jika hasilnya keuntungan, maka itu buah dari prinsip yang dijalankan konsisten,” kata Timothy, dikutip dari Antara, Rabu, 27 Agustus 2025.

Ia juga menekankan bahwa ukuran keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh akumulasi aset.

“Bagi saya, keberhasilan bukan sekadar jumlah aset, tapi bagaimana saya bisa mendorong anak muda untuk berani berinvestasi dan berpikir jangka panjang,” ujarnya.

Di luar dunia pasar modal, Timothy juga kerap menyampaikan visi sosial, termasuk rencana membangun seribu sekolah di berbagai daerah. Visi tersebut selama ini menjadi bagian dari narasi publik yang melekat pada dirinya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Share

Berita Terkait