Sebelum Polemik Wakaf, Taqy Malik Disebut Pernah Dicari Polisi Arab Saudi atas Dugaan Kasus Sedekah
Taqy Malik pernah dicari polisi Arab Saudi.--Foto: Istimewa.
JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Taqy Malik kembali menjadi perhatian publik setelah muncul dugaan praktik mark up dalam program wakaf mushaf Alquran di Tanah Suci. Isu ini memantik perbincangan luas di media sosial. Namun polemik yang beredar disebut bukan sekadar perkara wakaf semata.
Seorang pemandu umrah, Randy Permana, mengungkapkan bahwa nama Taqy Malik sebelumnya pernah dikaitkan dengan persoalan hukum di Arab Saudi. Ia menyebut aparat setempat sempat mencari Taqy karena aktivitas penggalangan sedekah makanan yang dinilai bermasalah.
"Dia buka sedekah makanan, yang di mana rata-rata harga sedekah makanan kurang lebih sekitar 8 Riyal, 10 Riyal sampai 15 Riyal. Itu kurang lebih kalau dikurskan secara Rupiah mungkin dalam Rp50.000-an lah," kata Randy Permana saat wawancara virtual pada Jumat, 13 Februari 2026.
Menurut Randy, program tersebut kemudian ditawarkan kepada donatur dengan harga yang jauh lebih tinggi.
"Tapi dia membuka itu dengan harga Rp100.000 per boks," katanya mengungkap.
BACA JUGA:Terungkap Cara Wakaf Mushaf Taqy Malik Disorot, Beli Rp180 Ribu Dijual Rp330 Ribu
Randy menjelaskan, aturan di Arab Saudi cukup ketat terkait aktivitas penggalangan dana. Otoritas keamanan, kata dia, tidak memperbolehkan praktik jual beli yang mengatasnamakan sedekah, terlebih jika dilakukan secara daring tanpa izin resmi.
"Secara hukum di Saudi, menggalang sedekah atau donasi secara online di luar otoritas Saudi itu ilegal. Makanya kenapa tahun lalu Taqy dicari polisi," ujar Randy Permana.
Ia menambahkan bahwa kegiatan sedekah sebenarnya diperbolehkan, namun ada batasan tertentu yang harus dipatuhi oleh pelaksana.
"Intinya di Saudi sedekah boleh. Tapi jangan didokumentasikan berlebihan apalagi dijual online."
Randy juga menuturkan bahwa Taqy Malik diduga mengetahui dirinya tengah dicari aparat setempat. Pada periode tersebut, Taqy disebut sempat berpindah tempat tinggal.
BACA JUGA:Isu Whip Pink Ramai Dibahas, Eca Aura Beri Respons Singkat ke Media
"Dicarilah dia oleh polisi sekitar. Sampai yang awalnya dia stay di hotel, dia kabur, cari apartemen yang jauh dari masjid saat itu, tahun itu," ucap Randy Permana.
Seiring waktu, persoalan itu disebut mereda. Randy menilai situasi mereda setelah aktivitas promosi sedekah makanan tidak lagi muncul di media sosial.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News