Bukti Baru Muncul, Aurelie Moeremans Siap Melawan

Bukti Baru Muncul, Aurelie Moeremans Siap Melawan

Aurelie Moeremans.--Foto: Instagram Aurelie Moeremans.

JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Langkah Aurelie Moeremans menuliskan kisah hidupnya dalam buku Broken Strings membawa dampak yang jauh melampaui niat awalnya. Buku itu bukan hanya menjadi ruang pemulihan pribadi, tetapi perlahan berubah menjadi pintu menuju upaya mencari keadilan yang sempat terhenti bertahun-tahun.

Lewat pengakuannya, Aurelie mengungkap bahwa dirinya kini berada pada fase berbeda. Jika dulu ia merasa tak berdaya, kini situasinya berbalik. Ia mengaku telah mengantongi sejumlah bukti baru yang membuka peluang untuk menempuh jalur hukum terhadap pihak yang pernah menyakitinya.

Sebelumnya, niat itu sempat terkubur. Saat masih muda, Aurelie pernah ingin membawa persoalan tersebut ke ranah hukum bersama orang tuanya. Namun, keinginan itu pupus karena ia dinilai tak memiliki cukup bukti untuk memperkuat laporan.

"Ngomong-ngomong soal jalur hukum, sebenarnya kan dulu aku pernah mau proses ya sama orang tua aku. Tapi memang kata seseorang bukti aku tuh gak cukup, gak cukup kuat gitu karena gak ada video dan lain-lain," kata Aurelie Moeremans dikutip dalam akun YouTube Aurelie Moeremans, Senin 26 Januari 2026.

Ketiadaan bukti membuatnya merasa tak punya pegangan. Di usia yang masih belia, ia memilih mundur dan menyimpan pengalaman pahit itu seorang diri. Ia menilai perjuangan tanpa bukti hanya akan menguras tenaga dan emosi.

BACA JUGA:Terseret Kasus Korupsi, Immanuel Ebenezer Justru Minta Dihukum Mati

Keadaan berubah drastis setelah buku Broken Strings beredar luas. Cerita yang ia tulis justru membuka pintu lain. Banyak pembaca yang kemudian menghubunginya secara pribadi. Mereka datang membawa potongan informasi dan bukti yang sebelumnya tidak pernah ia miliki.

"Nah, ngomong-ngomong soal bukti kurang kuat, semenjak buku aku keluar ada beberapa orang yang kontak aku dan kasih aku bukti-bukti yang tadinya aku gak punya," ungkapnya.

Bagi Aurelie, rangkaian kejadian ini terasa seperti titik balik. Ia melihatnya bukan sekadar kebetulan, melainkan momentum yang memperlihatkan bahwa kebenaran tetap bisa menemukan jalannya, meski harus menunggu lama.

"Mungkin itu pertanda, who knows kita lihat aja. Tapi tujuan utama aku mengeluarkan buku ini ya tetap mengajak perubahan," ujarnya.

Perhatian terhadap kisah Aurelie juga datang dari parlemen. Anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka ikut menyoroti kasus yang dialami aktris tersebut. Rieke menegaskan pentingnya negara hadir melindungi korban, khususnya dalam kasus child grooming, serta mencegah pelaku kembali mendapat ruang.

BACA JUGA:Kesaksian ART Lulah Lahfah, Tengah Malam Dengar Rintihan Kesakitan dari Dalam Kamar

Dukungan itu membuat posisi Aurelie semakin kuat. Jika sebelumnya ia hanya ingin berdamai dengan masa lalu, kini ia mulai membuka kemungkinan untuk melangkah lebih jauh. Terlebih, tekanan dan intimidasi masih kerap ia rasakan.

Dengan bukti yang kini mulai terkumpul, ia tidak lagi berada di titik yang sama seperti dulu. Keadaannya sudah berubah. Keberanian yang dulu sempat padam kini kembali tumbuh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Share

Berita Terkait