Bukan Maksut Menyindir, Aurelie Moeremans Tegaskan Buku Broken String untuk Edukasi
JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Aurelie Moeremans memberikan keterangan melalui postingan pribadinya dimana buku broken string bukan untuk menyindir.
Literasi yang ia buat untuk edukasi bagi anak remaja supaya tidak mengalami hal yang serupa dengan dirinya.
Di tengah viralnya buku tersebut, Aurelie mengimbau orangtua agar bisa melindungi anak-anak mereka dari bahagia child grooming.
Aurel berharap kisah dari bukunya tersebut bisa menjadi pelajaran, termasuk pada para orangtua.
BACA JUGA:Ancaman Hujan Lebat Berlanjut, BMKG Catat Aktivitas Atmosfer Menguat di Jabodetabek
“Ini bukan tentang aku, ini tentang awareness. Supaya orang tua tahu bagaimana harus bersikap dan melindungi anak. Supaya anak muda tahu ciri-ciri child grooming dan bisa mengenalinya sejak awal. Supaya mereka bisa menghindar sebelum terlambat,” ungkap Aurelie di Instagram-nya @aurelie.
Aurel mengatakan kisah yang ia tuliskan bukan semata-mata untuk menyebar masa kelamnya, tapi justru untuk membagikan pengalaman dan kewaspadaan akan bahaya child grooming pada anak-anak di bawah umur.
Wanita 32 tahun itu mengatakan kisah child grooming ini marak terjadi bahkan tak hanya pada dirinya.
Ia meminta orangtua lebih waspada dan peka dengan lingkungan sekitar anak-anak mereka.
BACA JUGA:Pesta Minuman Keras, Piche Indonesian Idol Diduga Jadi Pelaku Pemerkosaan Siswi SMA
“Kisahku hanya satu dari jutaan kasus serupa yang sering tidak terlihat, tidak dipercaya, dan disalahpahami. Kalau dengan bersuara aku bisa mencegah satu anak saja harus melewati apa yang aku lalui, maka itu sudah lebih dari cukup,” papar Aurelie.
“This is huge for me. Bukan karena ceritanya, tapi karena harapan agar tidak ada lagi anak muda yang harus diam, bingung, dan terluka sendirian,” tambahnya.
Sekadar informasi, , Tema utama dalam Broken Strings adalah pengalaman Aurelie sebagai korban child grooming saat masih berusia sekitar 15 tahun.
Dalam buku ini ia menggambarkan bagaimana manipulasi dan kontrol yang halus dari orang yang lebih dewasa membuatnya terjebak dalam hubungan yang tidak sehat dan penuh tekanan psikologis. Peristiwa tersebut menjadi titik balik dalam hidupnya yang sangat berpengaruh pada perkembangan emosionalnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News