Aurelie Moeremans Alami Gangguan Usai Buka-bukaan Soal Pengalaman Grooming
Aurelie Moeremans.--Foto: Instagram Aurelie Moeremans.
JAKARTA, PostingNews.id - Aurelie Moeremans mengalami gangguan setelah kisah masa lalunya ia buka ke publik melalui sebuah buku memoar. Pengakuan itu ia sampaikan tak lama setelah sebagian isi bukunya beredar luas di media sosial dan memantik perhatian warganet.
Ia menyebut gangguan tersebut datang dari pihak tertentu yang merasa tersentuh oleh cerita dalam bukunya, meski ia tidak pernah menyebut nama maupun identitas siapa pun. Bagi Aurelie, situasi itu justru menegaskan bahwa luka lama yang ia ceritakan belum sepenuhnya berhenti membayanginya.
“Lucunya, ada yang merasa, lalu malah ganggu aku lagi. Padahal caranya, justru berisiko buat dirinya sendiri. Selama ini aku memilih diam, tapi diam itu pilihan, bukan kewajiban. Dan setiap pilihan punya batas,” tulis Aurelie dalam kolom komentar unggahan media sosialnya.
Pengakuan tersebut muncul setelah Aurelie merilis memoar berjudul Broken Strings Fragments of a Stolen Youth. Buku itu berisi refleksi personal tentang masa remajanya yang ia gambarkan sebagai periode penuh tekanan dan ketimpangan relasi.
Dalam narasi tersebut, Aurelie mengungkap pengalamannya menjadi korban grooming saat berusia 15 tahun oleh sosok yang kala itu sudah berusia 29 tahun.
BACA JUGA:'Raja Kripto' Timothy Ronald Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Penipuan
Ia menceritakan bagaimana relasi tersebut berjalan melalui manipulasi emosional dan kontrol psikologis yang perlahan membentuk ketergantungan.
Aurelie juga mengisahkan proses panjang untuk memahami situasi yang ia alami hingga akhirnya berupaya menyelamatkan dirinya dari hubungan yang dinilai merusak.
Sejak awal, Aurelie menegaskan bahwa buku tersebut tidak ditujukan untuk membuka identitas pelaku maupun menyerang pihak tertentu. Ia menyebut niatnya sekadar berbagi pengalaman agar dapat menjadi pembelajaran bagi orang lain yang mungkin berada dalam situasi serupa.
“Aku nulis buku tentang pengalaman aku mengalami kekerasan saat umur 15 tahun. Niatnya sederhana, berbagi, tanpa sebut nama, tanpa serang siapa pun,” tulis Aurelie pada Jumat, 09 Januari 2025.
Meski demikian, viralnya potongan isi buku di media sosial memicu spekulasi publik. Perhatian warganet kemudian mengarah pada akun Instagram Roby Tremonti, sosok yang diketahui pernah memiliki hubungan dengan Aurelie di masa lalu.
BACA JUGA:Diduga Korban Penipuan Investasi Timothy Ronald Sebut Dapat Ancaman dan Tekanan
Publik mengaitkan karakter Bobby yang digunakan sebagai nama samaran dalam buku dengan Roby berdasarkan riwayat hubungan keduanya.
Di tengah sorotan tersebut, Roby menyampaikan sejumlah unggahan bernuansa hukum melalui akun media sosialnya. Ia menyinggung soal tuduhan, pencemaran nama baik, serta risiko hukum dari pernyataan yang beredar di ruang publik.
Menurutnya, meski namanya tidak tercantum di dalam buku, dampak sosialnya tetap ia rasakan.
“Dampak dari buku tersebut membuat akun Instagram saya mendapatkan komentar-komentar fitnah yang super liar,” tulis Roby.
Dalam pernyataan lanjutan, ia juga menyoroti dinamika pembentukan opini di era digital yang dinilainya dapat berkembang cepat dan masif.
“Tujuan dari sumber tersebut memang jelas mau membuat kredibilitas saya hancur, aka cancel culture bahasa modern sekarang,” tulisnya.
Selain mengunggah pernyataan tersebut, Roby tampak membatasi kolom komentar di akun Instagram miliknya. Sejumlah unggahan hanya dapat dikomentari oleh akun tertentu, sementara unggahan lain menonaktifkan fitur komentar sepenuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News