Banner Ucapan Hari Raya Idul Fitri 2026

Jebakan 'Girl Math' & 'Boy Math': Cara Otak Menipu Kita Biar Tetap Boros, Sob!

 Jebakan 'Girl Math' & 'Boy Math': Cara Otak Menipu Kita Biar Tetap Boros, Sob!

Bahaya tren Boy Math dan Girl Math pada perilaku konsumtif nan boros-Gemini AI-

POSTINGNEWS.ID --- Pernah nggak sih, Sob, kamu merasa belanja barang mahal itu "gratis" cuma gara-gara bayarnya pakai uang tunai atau dapet diskon gede? Kalau iya, berarti kamu sudah masuk dalam pusaran tren Girl Math atau Boy Math yang lagi viral banget di medsos!

Tren ini emang lucu dan menghibur banget buat bahan konten, tapi tahu nggak, Postingers? Di balik candaan "logika matematika aneh" itu, sebenarnya ada fenomena psikologis serius yang lagi mempermainkan otak dan dompetmu, lho.

Banyak orang pakai rumus ajaib ini buat membenarkan kebiasaan belanja impulsif mereka. Padahal, kalau dibiarkan terus, gaya hidup yang kelihatannya "aman" ini bisa bikin saldo tabunganmu terjun bebas tanpa kamu sadari!

BACA JUGA:Dituduh Belanja Serampangan, Prabowo Tegaskan Dana MBG Hasil dari Efisiensi Anggaran

Mengenal Akuntansi Mental: Kenapa Otak Kita Suka Menipu?

Secara psikologis, tren viral ini erat kaitannya dengan Mental Accounting atau akuntansi mental. Otak kamu secara otomatis membagi uang ke dalam kategori yang salah supaya pengeluaran yang boros terasa jauh lebih "masuk akal", Sob.

Contohnya nih, kamu menganggap uang di dompet digital itu "uang mainan" yang boleh dihabiskan, sementara uang di rekening bank baru dianggap uang beneran. Padahal, nilainya sama saja dan sama-sama hasil kerja kerasmu, kan?

Cara berpikir seperti ini bikin kamu merasa nggak bersalah saat checkout keranjang belanjaan. Kamu merasa sedang melakukan penghematan, padahal kenyataannya kamu cuma lagi memanipulasi logika keuanganmu sendiri, Postingers.

BACA JUGA:Outlook Utang Indonesia Jadi Negatif, Moody’s Soroti Risiko Belanja Sosial

Disonansi Kognitif: Jurus Ampuh Menekan Rasa Bersalah

Pernah merasa barang yang kamu beli sebenarnya nggak butuh-butuh amat? Di titik inilah fenomena Cognitive Dissonance atau disonansi kognitif mulai bekerja mengacaukan isi pikiranmu, Sob.

Rumus Girl Math hadir sebagai pahlawan kesiangan yang sukses membantu kamu menekan rasa bersalah itu. Kamu bakal mencari-cari alasan biar tetap merasa untung, meski kenyataannya saldo tabungan sudah mulai menjerit minta tolong.

Misalnya, beli tas seharga 1 juta tapi dipakai 100 kali dianggap cuma keluar 10 ribu per hari. Logikanya emang dapet, tapi tetep aja uang 1 jutanya hilang seketika dari kantongmu, kan? Jangan sampai terjebak visualisasi semu ini ya!

BACA JUGA:Trump Tebar Ancaman ke Banyak Negara, Ingin Naikkan Anggaran Belanja Militer AS hingga 50 Persen

Boy Math: Saat Gengsi Mengalahkan Logika Keuangan

Nggak cuma cewek, para cowok juga punya pola yang nggak kalah manipulatif lewat Boy Math. Contoh yang paling sering terjadi adalah rela beli aksesori hobi atau game mahal jutaan rupiah tanpa mikir panjang, Sob.

Tapi anehnya, saat harus bayar parkir atau biaya admin bank yang cuma beberapa ribu perak, keluhannya bisa sampai ke langit ke tujuh! Ini membuktikan kalau gengsi sering kali mengalahkan logika keuangan yang sehat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Share