Viral Cancel Culture: Tren Media Sosial yang Bisa Mengguncang Kesehatan Mental Seseorang
Penjelasan apa itu cancel culture-Gemini AI-
JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Cancel culture kini menjadi topik hangat yang semakin sering dibahas di berbagai platform media sosial.
Budaya pemboikotan massal ini biasanya menargetkan seseorang yang dianggap telah melakukan kesalahan fatal atau menyinggung publik.
Fenomena ini tidak hanya menimpa selebritas atau politisi, tetapi sebenarnya bisa menyerang siapa saja yang dinilai bermasalah.
Sayangnya, tindakan ini sering kali didorong oleh emosi negatif dan keinginan kuat untuk menghukum targetnya secara sosial.
BACA JUGA:Jarang Diketahui, Ini 5 Khasiat Tersembunyi Si Kuning Nanas Buat Tubuh Kamu!
Meskipun dianggap bisa memicu perubahan sosial positif, dampak psikologis dari fenomena ini ternyata sangat serius bagi semua pihak yang terlibat.
Berikut adalah rincian dampak cancel culture terhadap kesehatan mental:
- Dampak Buruk Bagi Korban
Bukannya menyadarkan kesalahan, cancel culture sering kali berubah menjadi ajang perundungan atau bullying yang brutal secara online.
BACA JUGA:Sinyal 'Eror' dari Mata Si Kecil? Kenali Mata Malas Sebelum Jadi Kerusakan Permanen!
Korban akan merasa sangat terisolasi, dikucilkan, dan kehilangan dukungan moral dari lingkungan sekitarnya.
Kondisi tertekan ini bisa memicu gangguan kecemasan parah hingga depresi berat pada korbannya secara cepat.
Risiko terburuk dari tekanan mental yang bertubi-tubi ini bahkan bisa berujung pada keinginan untuk mengakhiri hidup.
- Efek Negatif Bagi Pelaku
BACA JUGA:Bukan Sekadar Manis! Ini 5 Khasiat 'Sakti' Manggis, Si Ungu yang Ampuh Libas Lemak Hingga Kanker
Tindakan memboikot tidak selalu menjamin targetnya akan sadar atau langsung berubah menjadi pribadi yang lebih baik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News