Kerja Tapi Tidak Bahagia, Bisa Jadi Kamu Terjebak Job Hugging!
Stress ditengah pekerjaan 1200-ISTIMEWA (AI)-
JAKARTA, POSTINGNEWS.ID --- Fenomena job hugging semakin sering dialami pekerja muda di tengah situasi ekonomi yang penuh ketidakpastian.
Banyak orang memilih bertahan di pekerjaan yang tidak lagi memberi kepuasan emosional maupun ruang berkembang.
Keputusan ini sering kali bukan karena cinta pada pekerjaan, melainkan karena rasa takut kehilangan penghasilan.
Di kalangan Gen Z dan Milenial, job hugging muncul sebagai strategi bertahan hidup di dunia kerja yang kompetitif.
BACA JUGA:5 Makanan yang Bisa Sehatkan Kulit Kering, Jadi Lebih Mulus!
Keamanan finansial menjadi alasan utama meski kesehatan mental perlahan tergerus.
Tekanan biaya hidup dan minimnya peluang kerja membuat banyak orang menahan diri untuk tidak melangkah.
Berbeda dengan masa lalu yang mengagungkan loyalitas jangka panjang, kini bertahan sering kali bersumber dari kecemasan.
Karyawan merasa terjebak antara kebutuhan hidup dan keinginan untuk berkembang.
Jika dibiarkan terlalu lama, kondisi ini bisa menurunkan semangat kerja dan kualitas hidup secara keseluruhan.
Karyawan dapat mengalami kelelahan emosional, stagnasi karier, dan hilangnya rasa percaya diri.
Perusahaan pun berpotensi kehilangan produktivitas dari talenta yang tidak lagi terlibat secara penuh.
Dilansir dari Alodokter, berikut cara mengatasi job hugging:
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News