Sementara itu, sebagian besar siswa yang menjalani penanganan medis telah diperbolehkan pulang.
Satu orang masih menjalani perawatan berdasarkan informasi perkembangan yang disampaikan KPPG Pekanbaru.
Perkembangan selanjutnya akan sangat bergantung pada hasil pemeriksaan laboratorium dan pendalaman pihak berwenang.
BACA JUGA:BGN Akui Masih Ada Keracunan MBG, Dalihnya Air yang Belum Steril
Apa kesimpulan dari insiden MBG di Dumai?
Insiden di Dumai menjadi pengingat bahwa keamanan makanan harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program MBG.
Sejumlah siswa dan seorang guru disebut mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi menu MBG.
KPPG Pekanbaru kemudian mengambil tindakan dengan mensuspend SPPG serta menonaktifkan kepala SPPG tersebut.
Temuan awal mencakup kondisi dapur, pengolahan makanan, hingga munculnya bau menyengat pada olahan bakso.
Meski demikian, penyebab pasti dugaan keracunan belum dapat dipastikan sebelum hasil laboratorium keluar.
Karena itu, sob sebaiknya mengikuti perkembangan dari pihak berwenang dan tidak menyebarkan kesimpulan yang belum terverifikasi.
BACA JUGA:Butet Kertaredjasa Sindir Maraknya Kasus Keracunan Program MBG
Apa saja pertanyaan yang sering muncul tentang dugaan keracunan MBG Dumai?
Berapa jumlah siswa yang diduga menjadi korban?
Berdasarkan informasi awal, 43 orang dari SDN 013 dan dua orang dari SDN 015 mengalami keluhan.
Di mana insiden dugaan keracunan MBG terjadi?
Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Buluh Kasap, Kota Dumai, Riau, dan melibatkan dua sekolah.
Apa menu yang diduga berkaitan dengan kejadian?
Dugaan awal mengarah pada menu bakso yang disajikan bersama cabai, tetapi penyebab pastinya masih diperiksa.
Apakah penyebab keracunan sudah dipastikan?
Belum, karena pihak terkait masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel yang diamankan.
Apa tindakan KPPG Pekanbaru terhadap SPPG?
KPPG Pekanbaru menyatakan telah mensuspend SPPG dan menonaktifkan kepala SPPG yang terkait kejadian tersebut.