Satreskrim Polres Dumai bersama Dinas Kesehatan Kota Dumai mengamankan sejumlah sampel untuk kebutuhan penyelidikan.
Sampel tersebut mencakup sisa makanan yang sebelumnya dikonsumsi oleh siswa dan sampel air dari dapur SPPG.
Pemeriksaan sampel menjadi bagian penting untuk mencari petunjuk mengenai sumber dugaan masalah kesehatan tersebut.
Hasil laboratorium nantinya diharapkan dapat memberikan informasi lebih objektif mengenai kondisi makanan yang diperiksa.
Sebelum hasil tersebut keluar, masyarakat sebaiknya tidak menyebarkan kesimpulan yang belum memiliki dasar pemeriksaan.
Apalagi informasi mengenai dugaan keracunan dapat menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan orang tua siswa.
BACA JUGA:72 Siswa Keracunan, Dapur MBG Diminta Ditutup Permanen, Jangan Cuma Disanksi
Apa langkah evaluasi yang dilakukan setelah kejadian?
KPPG Pekanbaru menyatakan evaluasi terhadap pelaksanaan MBG terus dilakukan setelah insiden tersebut terjadi.
Salah satu perhatian utama adalah pencatatan setiap proses melalui aplikasi yang dilakukan secara rutin.
Pencatatan tersebut mencakup proses pengolahan, kondisi bahan baku, hingga tahapan distribusi makanan kepada penerima.
Selain pencatatan, pemeriksaan makanan juga perlu dilakukan melalui dua lapis sebelum makanan dikonsumsi.
Pencicipan atau pemeriksaan rasa dilakukan oleh pihak SPPG dan kemudian diperiksa kembali pihak sekolah.
Jika makanan menunjukkan tanda tidak layak ketika tiba, paket seharusnya tidak dibagikan kepada penerima.
Langkah tersebut penting untuk memberikan kesempatan terakhir melakukan pencegahan sebelum makanan sampai kepada siswa.
BACA JUGA:Sebut Keracunan MBG Itu Wajar, Prabowo: Biasa Itu, yang Penting Pemerintah Tanggung Jawab
Mengapa pemeriksaan makanan sebelum dibagikan sangat penting?
Sekolah menjadi salah satu titik terakhir yang dapat menghentikan distribusi makanan apabila ditemukan masalah kualitas.