SPPG Dumai Disuspend Usai Puluhan Siswa Diduga Keracunan MBG, Ini Temuan Awalnya

Minggu 16-08-2026,22:53 WIB
Reporter : R. Permana Putra
Editor : Valdie

BACA JUGA:PDIP Mulai Bersih-bersih Proyek MBG, Kader yang Main Proyek Terancam Kena Sanksi Partai

Berapa banyak siswa yang diduga menjadi korban?

Berdasarkan informasi yang disampaikan kepolisian, korban berasal dari dua sekolah berbeda di kawasan Buluh Kasap.

Sebanyak 43 orang dari SDN 013 Buluh Kasap disebut mengalami keluhan setelah menyantap makanan MBG.

Sementara dari SDN 015, terdapat dua orang yang juga disebut mengalami kondisi serupa dalam kejadian tersebut.

Para korban kemudian mendapatkan penanganan medis di RSUD dr Suhatman Kota Dumai.

KPPG Pekanbaru menyebut sebagian besar korban sudah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan pemeriksaan serta penanganan medis.

Hingga Minggu, 16 Agustus 2026, masih terdapat satu orang yang menjalani perawatan rumah sakit.

Data tersebut masih berkaitan dengan dugaan insiden keracunan dan belum menjadi kesimpulan mengenai penyebab medisnya.

BACA JUGA:Dana Pendidikan Diduga Diseret ke MBG, LBH Jakarta Minta Komnas HAM Turun Tangan di MK

Mengapa SPPG Yayasan Mahudun Untuk Negeri disuspend?

KPPG Pekanbaru mengambil tindakan setelah melakukan pendalaman awal terhadap insiden yang terjadi di Buluh Kasap.

Kepala KPPG Pekanbaru Syartiwidya mengatakan pihaknya telah mensuspend SPPG yang memasok makanan tersebut.

Selain penghentian sementara operasional, kepala SPPG Yayasan Mahudun Untuk Negeri juga dinonaktifkan.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk tindakan terhadap penyedia makanan setelah muncul dugaan masalah pada menu MBG.

Namun, tindakan administratif tersebut tidak otomatis berarti penyebab keracunan sudah dipastikan secara ilmiah.

KPPG masih menunggu hasil laboratorium untuk mengetahui penyebab sebenarnya dari kejadian tersebut.

Dengan begitu, sob sebaiknya tidak langsung menyimpulkan satu bahan sebagai penyebab sebelum hasil pemeriksaan diterbitkan.

Kategori :