Ukraina Akan Beri 'Privillege' kepada RI Jika Mau Investasi, Apa Saja Keuntungannya?

Selasa 26-09-2023,13:12 WIB
Reporter : Maulana Ali Firdaus
Editor : Deden Rinaldi

JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Duta Besar Ukraina untuk Indonesia, Vasyl Hamianin, mengajak Indonesia untuk berperan aktif dalam proyek pembangunan Ukraina.
 
Vasyl menekankan bahwa Ukraina saat ini menjadi fokus perhatian dunia bisnis.
 
Menurutnya, dalam beberapa waktu ke depan, akan ada proyek pembangunan yang nilainya mencapai triliunan dolar di negaranya.
 
Ia bahkan mengklaim proyek tersebut sebagai yang terbesar di abad ini.
 
BACA JUGA: Soal Wacana Duet Ganjar-Prabowo, Begini Sindiran Fahri Hamzah...
 
Proyek pembangunan yang dimaksud mencakup berbagai aspek, seperti pembangunan jalan, jembatan, sistem kelistrikan, pasokan air, pembangkit listrik, perumahan, sekolah, universitas, dan gereja.
 
Ukraina berencana untuk memperbaharui banyak bangunan, khususnya di daerah-daerah yang mengalami kerusakan atau hancur akibat konflik.
 
Dalam menghadapi proyek sebesar ini, Ukraina membutuhkan dukungan dari perusahaan asuransi global, organisasi keuangan internasional, serta pelaku bisnis yang terlibat dalam berbagai sektor, seperti pembangunan, manufaktur, dan banyak lagi.
 
Pada tahun ini, Ukraina telah merencanakan sebuah konferensi besar yang akan membahas pembangunan kembali negara ini.
 
BACA JUGA: Kaesang Masuk PSI Gegara Hubungan Jokowi dan Megawati Retak? Begini Kata Kaesang Hingga PDIP
 
Konferensi ini dijadwalkan akan diadakan di London dan akan membahas proyek-proyek pembangunan senilai US$14 miliar untuk tahun ini.
 
Vasyl Hamianin juga memberikan pesan bahwa dalam urusan proyek pembangunan, waktu sangatlah penting.
 
Negara-negara atau perusahaan yang berinvestasi lebih awal akan mendapatkan prioritas dalam mengerjakan proyek-proyek tersebut.
 
Mereka yang datang setelah perang selesai atau proyek dimulai akan berada di urutan terakhir dan mungkin tidak mendapatkan bagian yang signifikan dari proyek tersebut.
 
BACA JUGA: Alasan Erick Thohir Harus Jadi Cawapres Prabowo Subianto: Dekat dengan Jokowi
 
Dalam konteks hubungan bilateral antara Indonesia dan Ukraina, Vasyl Hamianin menyatakan bahwa Indonesia akan mendapatkan perlakuan yang baik jika memilih untuk berinvestasi di Ukraina.
 
“Ulurkan tangan ramah Anda, dan kami (Ukraina) takkan pernah melupakannya,” kata Vasyl Senin (25/9) kemarin.
 
Jika Indonesia berinvestasi di Ukraina, Vasyl mengklaim negaranya akan menjamin keamanannya dan diasuransikan.
 
Selain itu, investor Indonesia yang berperan aktif dalam proyek-proyek pembangunan Ukraina juga akan mendapatkan keuntungan, seperti akses pertama terhadap teknologi di Ukraina dan peluang dalam sektor pertanian.
 
BACA JUGA: Demi Lindungi UMKM; Pemerintah Sebentar Lagi Bakal Larang TikTok Shop, Pengamat: 'Justru...'
 
Secara terpisah, Dana Moneter Internasional (IMF) sedang melakukan peninjauan kedua terhadap program pinjaman sebesar 15,6 miliar dolar AS untuk Ukraina.
 
IMF akan membahas berbagai aspek kebijakan ekonomi, keuangan, dan struktural dengan pemerintah Ukraina.
 
Program empat tahun IMF ini merupakan bagian dari paket bantuan global senilai 115 miliar dolar untuk membantu perekonomian Ukraina yang terdampak konflik dengan Rusia.
 
Perekonomian Ukraina mengalami tantangan besar selama 19 bulan konflik tersebut.
 
 
Pemerintah Ukraina mengandalkan dukungan dari negara-negara Barat untuk menjalankan program-program kemanusiaan dan sosial.
 
Meskipun mengalami kesulitan, perekonomian Ukraina telah menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang lebih cepat dari perkiraan awal.
 
Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Ukraina mengalami penurunan signifikan tahun sebelumnya, tetapi saat ini menunjukkan pertumbuhan yang positif.
 
Berdasarkan statistik resmi, PDB Ukraina tumbuh 19,5 persen pada kuartal kedua tahun ini dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
 
 
Kementerian Ekonomi Ukraina memprediksi pertumbuhan ekonomi sekitar 4 persen tahun ini dan 5 persen tahun depan.
 
Kategori :