Prabowo Curhat Sampai Susah Tidur Gegara Dikritik PDIP, Banteng: Memang Tugas Kami Bikin Pemerintah Gelisah
Prabowo mengaku sedih karena kritik keras PDIP. Partai banteng menegaskan posisi di luar pemerintah demi fungsi pengawasan.-Foto: IG @genbanteng-
JAKARTA, PostingNews.id — Presiden Prabowo Subianto rupanya tak selalu kebal kritik. Di balik pidato kenegaraan dan bahasa gotong royong yang terdengar teduh, ada pengakuan yang cukup manusiawi sekaligus politis. Ia mengaku kadang pilu saat mendengar kritik dari kader PDIP.
“Malam-malam sebelum tidur, hati saya sedih karena anggota PDIP kadang-kadang kritiknya keras sekali,” kata Prabowo dalam rapat paripurna DPR, Rabu, 20 Mei 2026.
Kalimat itu terdengar seperti curhat. Tapi di politik, curhat sering kali juga sinyal.
Prabowo lalu bilang, lama-kelamaan ia paham kritik dari PDIP bukan sekadar serangan. Ada niat mengingatkan di balik suara keras oposisi.
“Ada pepatah yang mengatakan kalau orang mengingatkan kita, walaupun kita tidak suka diberi peringatan, tapi sebenarnya dia menyelamatkan kita,” ujar Prabowo.
Ucapan itu menarik karena datang dari presiden yang beberapa waktu terakhir justru banyak dikelilingi partai pendukung. Ketika hampir semua ingin masuk lingkar kekuasaan, keberadaan pihak yang mengkritik malah mulai terasa berguna.
Bahkan, Prabowo terang-terangan mengaku sebenarnya lebih senang bila semua partai bergabung ke pemerintahannya.
BACA JUGA:Adem Ayem Akur, Inara Rusli Jenguk Anak Ke-4 Virgoun Dari Istri Barunya
“Saya itu maunya gotong royong,” kata Prabowo.
“Kalau semua partai di pemerintah, alangkah manisnya untuk saya, tapi mungkin tidak baik.”
Kalimat terakhir mungkin terdengar sederhana, tapi maknanya cukup dalam. Pemerintahan tanpa oposisi memang manis buat penguasa. Persoalannya, belum tentu sehat buat demokrasi.
PDIP sendiri tampaknya tak keberatan diposisikan sebagai pihak di luar pagar kekuasaan. Wakil Ketua Komisi XIII DPR sekaligus petinggi PDIP, Andreas Hugo Pareira, malah menganggap posisi itu memang seharusnya.
“Terima kasih bahwa Presiden memberikan pujian dan memang seharusnya PDI Perjuangan di luar,” kata Andreas di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
