AS Umumkan Ambil Alih Minyak Venezuela, Dana 47 Triliun Akan Dikelola Trump

AS Umumkan Ambil Alih Minyak Venezuela, Dana 47 Triliun Akan Dikelola Trump

Donald Trump--Foto: Reuters

JAKARTA, PostingNews.id - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan rencana pengalihan 30 hingga 50 juta barel minyak mentah Venezuela ke Amerika Serikat. Langkah ini diklaim sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan energi domestik sekaligus membuka jalan keluar bagi cadangan minyak Venezuela yang tertahan akibat sanksi ekonomi.

Berdasarkan laporan Wall Street Journal, minyak yang terdampak sanksi itu akan dijual mengikuti harga pasar internasional. Dana hasil penjualan disebut akan dikelola langsung oleh Trump untuk kepentingan rakyat kedua negara.

Namun hingga kini, pemerintah Amerika Serikat belum menjelaskan secara rinci skema transaksi maupun dasar hukum pengelolaan dana tersebut.

Jika harga minyak berada di kisaran 56 dolar AS per barel, nilai pengalihan minyak itu diperkirakan mencapai sekitar 1,7 hingga 2,8 miliar dolar AS atau setara Rp 47 triliun. Trump tidak menjelaskan apakah nilai tersebut akan dicatat sebagai pembelian, kompensasi, atau mekanisme lain di luar transaksi dagang konvensional.

Secara volume, kontribusi minyak Venezuela terhadap pasokan energi Amerika Serikat tergolong terbatas. Data Badan Informasi Energi Amerika Serikat yang dikutip Associated Press menunjukkan konsumsi minyak dan produk turunannya di "Negeri Paman Sam" mencapai sekitar 20 juta barel per hari. Dengan hitungan tersebut, minyak dari Venezuela hanya mencukupi kebutuhan sekitar 2,5 hari.

BACA JUGA:Tak Ingin Bernasib Sama dengan Venezuela, China Siapkan Sistem Pertahanan Udara

Keterbatasan itu berbanding terbalik dengan posisi Venezuela sebagai negara pemilik cadangan minyak mentah terbesar di dunia. Meski demikian, produksi minyak Venezuela saat ini hanya berkisar satu juta barel per hari. Angka itu jauh tertinggal dibandingkan produksi Amerika Serikat yang pada Oktober 2025 mencapai sekitar 13,9 juta barel per hari.

Trump menyatakan telah menginstruksikan Menteri Energi Amerika Serikat Chris Wright untuk mengeksekusi rencana pengiriman minyak tersebut. Minyak akan diangkut menggunakan kapal penyimpanan dan dikirim langsung ke pelabuhan-pelabuhan Amerika Serikat.

Fox 5 New York melaporkan, skema ini diproyeksikan dapat mengurangi tekanan terhadap cadangan minyak Venezuela yang selama ini terhambat sanksi dan blokade.

Sementara itu, di Washington, Gedung Putih juga menjadwalkan pertemuan dengan para eksekutif perusahaan minyak pada Jumat, 09 Januari 2026 di Ruang Oval. Sejumlah sumber menyebut pertemuan itu akan dihadiri perwakilan dari Exxon, Chevron, dan ConocoPhillips. Agenda pembahasan diperkirakan berkaitan dengan kebijakan Venezuela dan peluang keterlibatan perusahaan energi Amerika di negara tersebut.

Penolakan secara terbuka muncul dari Caracas. Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, menanggapi pernyataan Trump yang menyebut nasibnya akan lebih buruk dibandingkan Nicolas Maduro jika tidak menyesuaikan kebijakan Venezuela dengan kepentingan Amerika Serikat.

BACA JUGA:China Bongkar Sisi Rapuh Venezuela yang Berujung Penangkapan Maduro

Trump sebelumnya juga menyatakan bahwa pemerintahannya akan mengarahkan kebijakan Venezuela dan mendorong para pemimpinnya membuka akses cadangan minyak bagi perusahaan energi Amerika.

Dalam pidato di hadapan pejabat sektor pertanian dan industri, Rodriguez menepis tekanan tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Share

Berita Terkait