Kabar Duka! David Bennet: Pasien Penerima Donor Jantung Babi Akhirnya Meninggal, Dokter Ungkap Kronologinya

Kabar Duka! David Bennet: Pasien Penerima Donor Jantung Babi Akhirnya Meninggal, Dokter Ungkap Kronologinya

David Bennet, Penerima Donor Jantung Babi--[University of Maryland School of Medicine/AFP]


Pasca jalani transplantasi jantung babi, David Bennet akhirnya meninggal, dokter segera ungkap penyebabnya||[University of Maryland School of Medicine/AFP]

JAKARTA, POSTINGNEWS.ID -  Penerima donor jantung babi: David Bennet, meninggal pada Selasa 08 Maret 2022.

Dokter mengatakan kondisi David memburuk dalam beberapa hari terakhir. Hingga saat ini, pihak Pusat Medis Universitas Maryland masih belum mengetahui penyebab kematian.

Menurut laporan The New York Times, penyebab kematiannya masih belum jelas dan dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk menentukan penyebabnya.

"Kami sangat terpukul atas kepergian Bennett. Ia terbukti sebagai pasien pemberani dan dikenal oleh jutaan orang di seluruh dunia karena keberanian dan tekadnya untuk hidup," kata Dr. Bartley Griffith, direktur Program Transplantasi Jantung di University of Maryland Medical Center (UMMC), dikutip dari Live Science, Kamis 10 Maret 2022.

BACA JUGA:Pesan Presiden untuk untuk Bambang dan Dhony Jangan Dianggap Normatif, Jokowi: Soal Jakarta Kita Perbaiki, Kapolri Ungkap Kerawanan IKN

BACA JUGA:Bruno Lega Golnya Bawa Persib Bayangi Bali United, Teco: Waspadai Gaya Persiraja, Sergio Alexandre Disorot

Bennett yang menderita penyakit jantung parah menerima transplantasi jantung pertama pada 7 Januari lalu.

+++++

Jantung yang digunakan dalam transplantasi tersebut, berasal dari babi yang telah dimodifikasi secara genetik untuk membuat jantungnya lebih dapat diterima oleh sistem kekebalan manusia.

Para ilmuwan menghilangkan tiga gen dari genom babi yang menginduksi respon imun pada manusia dan menonaktifkan gen untuk mencegah jantung tumbuh terlalu besar untuk manusia.

Catatan menunjukkan bahwa transplantasi organ dari hewan ke manusia pernah dicoba sebelumnya, tetapi gagal karena tubuh orang tersebut dengan cepat menolak organ yang didonorkan.

Selama dekade terakhir, para ilmuwan terus bereksperimen untuk menciptakan babi yang dimodifikasi secara genetik dengan organ yang aman untuk ditransplantasikan ke manusia.

BACA JUGA:Tembakan Taisei Marukawa Bawa Persebaya Benamkan Persik Kediri, Laga Persipura Jayapura Vs PSM Makassar Imbang

BACA JUGA:Hasil German Open 2022: Lima Wakil Lolos 16 Besar, Satu Pemain Angkat Koper

Sumber: berbagai sumber

(edited)