Tak Tinggal Diam, UGM Aktifkan Perlindungan ke Ketua BEM Usai Teror Terkait Kasus Anak NTT
Tiyo Ardianto.--Foto: Istimewa.
Tiyo mengatakan sempat mencoba mengejar keduanya. Namun orang yang diduga melakukan penguntitan itu menghilang sebelum berhasil diidentifikasi.
Sorotan kasus anak di NTT
Menurut Tiyo, rangkaian intimidasi kemungkinan berkaitan dengan sikap kritis yang ia sampaikan ke publik mengenai kasus anak bunuh diri di NTT. Isu tersebut sebelumnya ramai diperbincangkan setelah disebut berkaitan dengan kesulitan ekonomi dan keterbatasan akses perlengkapan pendidikan.
"Apa yang saya suarakan di berbagai media mungkin ada yang tersinggung," ucapnya.
Ia mengaku belum menjalin komunikasi langsung dengan pihak kampus maupun aparat penegak hukum saat ancaman mulai terjadi.
“Saya juga tidak berkomunikasi langsung dengan kampus dan aparat soal ini,” ujarnya.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Tiyo menyatakan dirinya tidak akan mundur meski menghadapi intimidasi. Ia menilai tekanan tersebut tidak akan menghentikan sikap kritis mahasiswa terhadap persoalan sosial.
“Saya dan BEM UGM tidak akan takut apalagi gentar. Selama terus lahir orang-orang waras di republik ini, selama itulah penguasa yang zalim tidak akan hidup tenang,” tandasnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang memberikan dukungan moral sejak kasus ini mencuat ke ruang publik.
“Terima kasih untuk rakyat Indonesia, berkat cahaya doa Anda semua, saya masih baik-baik saja. Saya akan terus baik-baik saja,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News