Banner Internal

Film Pesta Babi Diburu Kayak Barang Haram, Nobar di Bandung Mendadak Dilarang Orang Misterius

Film Pesta Babi Diburu Kayak Barang Haram, Nobar di Bandung Mendadak Dilarang Orang Misterius

Ilustrasi: Nobar film dokumenter Pesta Babi di Bandung batal digelar usai pemilik kafe mengaku dilarang orang misterius-Foto: Tempo.-

JAKARTA, PostingNews.id – Iklim nonton film dokumenter di negeri ini tampaknya makin mirip operasi bawah tanah. Baru bikin poster, baru buka pendaftaran, eh acara langsung “disentil” orang tak dikenal. Kali ini yang kena giliran film dokumenter Pesta Babi, Kolonialisme di Zaman Kita.

Seorang kreator konten bernama Albiansyah awalnya cuma pengin bikin nobar kecil-kecilan di sebuah kafe di Bandung, Jawa Barat. Niatnya sederhana. Karena telat ikut jadwal pemutaran resmi, ya sudah bikin sendiri saja.

“Sekarang saya masih cari tempat baru,” kata Albiansyah kepada wartawan, Kamis, 14 Mei 2026.

Ide nobar itu muncul gara-gara pemberitaan soal pelarangan film tersebut makin ramai ke mana-mana. Albiansyah sempat cari jadwal pemutaran lewat akun Indonesia Baru di Instagram, tapi keburu lewat. Lucunya, justru netizen yang kemudian mendorong dia bikin agenda sendiri.

“Akhirnya kepikiran, bikin sendiri saja. Daripada susah ikut agenda orang, ya sudah diputuskan bikin sendiri,” ujarnya.

BACA JUGA:Kecil-Kecil Cabe Rawit, Telur Puyuh Ternyata Punya Khasiat Super untuk Tubuh!

Setelah dapat lokasi dan izin dari pemilik kafe, poster digital nobar langsung dilempar ke media sosial pada Rabu malam, 13 Mei 2026. Target awalnya cuma sekitar 30 orang. Santai, tidak muluk-muluk.

Tapi internet memang kadang lebih cepat dari aparat. Belum dua jam handphone ditinggal, pendaftar malah membludak.

“Belum dua jam saya tinggal handphone, sudah ada 35 orang yang daftar,” katanya.

Pemilik tempat bahkan sempat bilang kapasitas kafe masih aman sampai 50 orang. Tapi belum juga popcorn dipanaskan, kabar buruk datang. Pemilik tempat mendadak menghubungi Albiansyah dan bilang acara tak boleh digelar.

Masalahnya, larangan itu datang dari sosok misterius. Tidak jelas siapa, dari mana, dan pakai kuasa apa.

BACA JUGA:Jokowi Mau Keliling Indonesia Lagi, Baru Sembuh 99 Persen Sudah Siap Turun Gunung

“Dia tidak menjelaskan siapa yang melarang atau bagaimana,” ujar Albiansyah.

Akhirnya nobar batal sementara. Peserta sudah telanjur daftar, tempat baru belum ketemu, dan film dokumenter kembali diperlakukan seperti barang selundupan.

Padahal kalau dipikir-pikir, ini cuma acara nonton film. Bukan kudeta negara. Tapi entah kenapa, pemutaran Pesta Babi belakangan seperti punya efek horor tersendiri bagi sebagian pihak.

Bandung bukan kasus pertama. Sebelumnya, pemutaran film yang sama di Universitas Khairun, Ternate, juga berakhir dibubarkan.

Ketua Umum KAFRAPALA, Asriati La Abu, mengatakan pembubaran itu terjadi pada Selasa malam, 12 Mei 2026 sekitar pukul 22.56 WIT.

BACA JUGA:Hakim Diguyur Rumah Dinas dan Gaji Naik 280 Persen, Rakyat Disuruh Tepuk Tangan Biar Koruptor Tak Lagi Bebas

Awalnya situasi masih normal. Petugas keamanan kampus datang mengambil dokumentasi kegiatan. Tapi beberapa saat kemudian, security balik lagi. Kali ini tidak sendirian.

“Setelah itu, security kembali datang untuk kedua kalinya bersama satu anggota TNI dan langsung menghentikan kegiatan,” kata Asriati.

Film dokumenter yang seharusnya memantik diskusi kini justru memantik kepanikan. Di negeri yang katanya demokratis, layar proyektor rupanya bisa dianggap lebih berbahaya daripada pengeras suara kampanye.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Share