Pigai Ngamuk, Amien Dituding Langgar HAM Gara-Gara Omongannya
Pigai sebut pernyataan Amien Rais soal Prabowo dan Teddy langgar HAM, sementara Amien klaim itu bagian kebebasan berpendapat.-Foto: Istimewa-
JAKARTA, PostingNews.id — Polemik pernyataan Amien Rais soal hubungan Presiden Prabowo Subianto dengan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya makin panas. Yang awalnya sekadar ocehan politik, kini ditarik ke wilayah serius, bahkan disebut sebagai pelanggaran HAM.
Menteri HAM Natalius Pigai tampaknya tidak mau menganggap ini sebagai bagian dari dinamika demokrasi biasa. Ia menilai ucapan Amien sudah melewati batas, bukan lagi kebebasan berpendapat.
“Merendahkan martabat Prabowo dan Teddy,” kata Pigai dalam keterangan resmi, Minggu, 3 Mei 2026.
Menurut Pigai, apa yang disampaikan Amien bukan sekadar kritik. Ia melihatnya sebagai serangan verbal yang sengaja diarahkan untuk menjatuhkan secara mental. Bahkan, ia menilai ada unsur pelecehan yang bertujuan mempermalukan hingga melukai secara psikologis.
Pigai juga mengingatkan bahwa kebebasan berbicara bukan tanpa pagar. “Sebab ada batas kebebasan berbicara,” ujarnya.
BACA JUGA: Pedri Gonzalez: Jenderal Tengah Barcelona yang Sukses Runtuhkan Rekor Legendaris Lionel Messi!
Nada serupa datang dari Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid. Ia lebih dulu menilai video Amien sebagai narasi yang tidak berdasar dan berpotensi memicu kegaduhan.
“Narasi yang dibangun merupakan upaya merendahkan martabat pimpinan tertinggi negara, tidak memiliki dasar fakta serta bagian upaya provokasi untuk menciptakan kegaduhan publik,” kata Meutya dalam keterangan tertulis, Jumat, 1 Mei 2026.
Bagi Meutya, ruang digital seharusnya jadi arena adu gagasan, bukan tempat memproduksi konten yang menyerang martabat orang.
Namun di sisi lain, Amien tampaknya tidak merasa bersalah. Ia justru berdiri di posisi sebaliknya, menganggap ucapannya bagian dari hak warga negara dalam demokrasi.
“Saya yakin demokrasi itu berjalan baik kalau kebebasan mengeluarkan pendapat yang dijamin oleh Undang-Undang Dasar kita tidak dibatasi, tidak dibungkam,” kata Amien saat Musyawarah Nasional Partai Ummat di Yogyakarta, Sabtu malam, 2 Mei 2026.
BACA JUGA:Sedih Biasa atau Depresi? Kenali 3 Perbedaan Utamanya Biar Nggak Salah Diagnosis!
Ia menegaskan, dalam negara demokrasi, perbedaan pendapat dengan penguasa seharusnya tidak jadi masalah. Bahkan jika pendapat itu terasa tidak nyaman bagi pihak tertentu.
Soal tudingannya terhadap Teddy, Amien mengaku tidak asal bicara. Ia menyebut punya rujukan dari berbagai sumber, meski sumbernya sendiri cukup bikin orang mengernyit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
