Kursi Menteri Mulai Goyang, Bima Lempar Tanggung Jawab Semua ke Prabowo

Kursi Menteri Mulai Goyang, Bima Lempar Tanggung Jawab Semua ke Prabowo

Isu reshuffle kabinet makin kuat, Bima Arya sebut keputusan di tangan Prabowo sementara nama-nama baru mulai bermunculan-Foto: Antara-

JAKARTA, PostingNews.id — Isu perombakan kabinet kembali berembus kencang di lingkaran kekuasaan. Di tengah kabar bongkar pasang menteri yang makin santer, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto memilih irit komentar dan melempar keputusan sepenuhnya ke Presiden.

Bima menegaskan, soal reshuffle bukan ranahnya. Ia menyebut semua bergantung pada kehendak Presiden Prabowo Subianto.

“Itu prerogatif Bapak Presiden. Ya kita siap dengan segala skenario, yang penting sekarang seluruh jajaran kabinet kerja saja. Belum mendengar sama sekali,” kata Bima di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin, 27 April 2026.

Pernyataan itu terkesan aman, tapi juga menunjukkan satu hal. Para pembantu presiden seolah berada dalam posisi menunggu, tanpa kepastian apakah kursi mereka aman atau justru akan digeser.

Sinyal serupa datang dari Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Saat ditanya soal reshuffle, ia tidak membenarkan, tapi juga tak membantah.

BACA JUGA:Awas Cepat Keriput, Kenali 5 Tanda Kulit Kering yang Sering Diabaikan

Alih-alih memberi kepastian, Teddy meminta publik bersabar menunggu penjelasan langsung dari Presiden. “Nanti Bapak Presiden yang menceritakan,” ujarnya.

Sejak awal tahun, isu reshuffle memang tak pernah benar-benar reda. Nama-nama baru terus bermunculan, bersamaan dengan pergeseran posisi yang mulai terjadi diam-diam.

Salah satu pemicunya muncul saat Thomas Djiwandono ditunjuk sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia. Kursi Wakil Menteri Keuangan yang ia tinggalkan sempat kosong sebelum akhirnya diisi oleh Juda Agung. Keduanya praktis bertukar posisi.

Belum reda, spekulasi kembali menguat ketika nama Budisatrio Djiwandono disebut akan masuk kabinet. Pernyataan itu dilontarkan Ketua Komisi I DPR Utut Adianto dalam rapat kerja bersama Kementerian Pertahanan dan TNI pada Senin, 26 Januari.

Di tengah pusaran rumor, nama lain ikut mencuat. Ketua Umum KSPSI Mohammad Jumhur Hidayat bahkan terang-terangan mengakui akan masuk kabinet.

“Iya benar akan dilantik presiden jadi menteri,” kata Jumhur kepada wartawan pada Senin, 27 April 2026.

BACA JUGA:Ini 3 Rahasia Persiapan Lahiran Normal untuk Ibu Hamil, Biar Super Lancar Aman Sentosa!

Rentetan sinyal ini membuat isu reshuffle tak lagi sekadar rumor. Meski belum ada pengumuman resmi, dinamika yang terjadi menunjukkan pergerakan di dalam kabinet sudah mulai berjalan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Share