Filosofi Biru Langit & Wahyu Tumurun: Makna Mendalam di Balik Busana Siraman El Rumi - Syifa Hadju
El Rumi--Google
POSTINGNEWS.ID --- Prosesi siraman El Rumi dan Syifa Hadju baru-baru ini beneran mencuri perhatian publik. Bukan cuma soal kemesraannya, tapi detail busana yang mereka kenakan ternyata menyimpan doa dan filosofi yang sangat menyentuh hati.
Melalui unggahan Instagram pribadinya, desainer kondang Didiet Maulana membongkar rahasia di balik balutan busana biru langit yang dikenakan pasangan ini. Ternyata, pemilihan warna dan motifnya nggak sembarangan loh, Sob!
BACA JUGA:Ahmad Dhani Ungkap Persiapan El Rumi dan Syifa Hadju: Lebih Ekslusif Dibandingkan Acara Sebelumnya
Biru Langit: Warna Keberuntungan El Rumi
El Rumi secara khusus meminta warna Biru Langit sebagai tema besar busananya. Didiet Maulana pun mewujudkannya lewat Beskap Landung dengan tekstur bahan yang menyerupai gumpalan awan di langit.
Yang bikin spesial, di beskap El terdapat motif tumbuhan dan padi. Menurut Didiet, motif ini merupakan perlambang keberkahan dan kemakmuran yang menjadi doa tulus sang desainer untuk perjalanan hidup El ke depannya.
Kebaya Anggun Syifa & Batik Wahyu Tumurun
Syifa Hadju tampil sangat memukau dengan kebaya lengan panjang berwarna senada. Untuk bawahannya, Syifa mengenakan kain batik tulis motif Wahyu Tumurun. Dalam budaya Jawa, motif ini punya makna yang sangat sakral:
Wahyu: Petunjuk atau anugerah dari Tuhan.
Tumurun: Turun atau mengalir.
Motif ini melambangkan harapan agar pemakainya selalu mendapatkan rahmat, petunjuk, dan berkah dari Yang Maha Kuasa dalam membangun rumah tangga. Benar-benar perpaduan antara kecantikan visual dan kekuatan doa, Postingers!
Detail Melati yang Menambah Kesakralan
Nggak cuma urusan kain, Didiet Maulana juga dipercaya untuk merancang rangkaian melati yang dikenakan Syifa saat prosesi siraman. Melati yang harum dan suci ini menjadi pelengkap sempurna yang merefleksikan ketulusan hati pasangan ini dalam menjalani rangkaian adat menuju hari besar mereka.
Kesimpulan: Busana sebagai Jembatan Doa
Apa yang dikenakan El Rumi dan Syifa Hadju membuktikan kalau busana pengantin bukan sekadar soal tren, tapi juga tentang identitas dan harapan. Sentuhan biru langit dan batik Wahyu Tumurun sukses membuat prosesi siraman ini terasa begitu magis dan penuh makna.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News