Iklan Internal Kiriman Naskah

Kapal Perang AS Masuk Selat Malaka, Pemerintah Bilang Biasa, Padahal Lagi Kejar Iran

Kapal Perang AS Masuk Selat Malaka, Pemerintah Bilang Biasa, Padahal Lagi Kejar Iran

Kapal perang AS melintas di Selat Malaka saat operasi kejar Iran, pemerintah sebut patroli biasa, publik mulai mempertanyakan situasinya-Foto: Antara-

JAKARTA, PostingNews.id — Kemunculan kapal perang Amerika Serikat di Selat Malaka bikin sorotan, apalagi di tengah memanasnya konflik global. Tapi pemerintah justru merespons santai, seolah tak ada yang perlu dikhawatirkan.

Kapal perang AS USS Miguel Keith terdeteksi melintas di perairan timur Belawan pada Sabtu sore, 18 April 2026. Berdasarkan sistem pelacakan AIS, kapal tersebut bergerak ke arah barat laut dengan kecepatan 13,1 knots.

Menteri Luar Negeri Sugiono menilai keberadaan kapal tersebut bukan hal luar biasa. Ia menyebut aktivitas itu hanya bagian dari patroli rutin di kawasan. “Saya kira mereka biasa, ya, patroli di kawasan,” ujar Sugiono di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, 22 April 2026.

Menurutnya, lalu lintas kapal perang di perairan internasional memang lazim terjadi. Ia merujuk pada praktik Freedom of Navigation Patrol yang kerap dilakukan Amerika Serikat untuk menegaskan kebebasan navigasi.

BACA JUGA:Prabowo Mau Gaspol PLTS 17 Gigawatt Tahun Ini

“Ada yang namanya Freedom of Navigation Patrol, kan. Itu bukan baru kok, bukan sesuatu yang baru,” kata Sugiono.

Namun situasinya tak sesederhana itu. Kemunculan kapal perang ini terjadi di tengah operasi militer Amerika Serikat yang sedang memburu kapal-kapal Iran di berbagai wilayah, termasuk di luar Timur Tengah.

AS bahkan menerapkan blokade terhadap kapal-kapal Iran sebagai bentuk tekanan ekonomi. Operasi ini bukan sekadar patroli biasa, melainkan bagian dari strategi militer yang lebih luas.

Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata AS Jenderal Dan Caine menegaskan pihaknya akan memperluas perburuan hingga ke kawasan Indo-Pasifik.

BACA JUGA:TVS Ronin 2026 Meluncur di Indonesia, Ini Detail Ubahannya

“Kami akan secara aktif memburu kapal berbendera Iran atau kapal lain yang berupaya memberi bantuan material kepada Iran,” kata Caine seperti dikutip The Jerusalem Post, Sabtu, 18 April 2026.

Dengan pernyataan itu, kawasan Selat Malaka yang selama ini jadi jalur vital perdagangan dunia ikut masuk radar operasi militer tersebut.

Di sisi lain, TNI Angkatan Laut mencoba meredam kekhawatiran. Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama Tunggul menyebut kapal tersebut hanya melintas untuk transit.

Ia menjelaskan, kapal asing termasuk kapal perang memiliki hak lintas transit di selat internasional seperti Selat Malaka.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Share