Relawan Tim 8 Prabowo Gibran Desak Pengusutan Serangan Air Keras terhadap Aktivis KontraS

Relawan Tim 8 Prabowo Gibran Desak Pengusutan Serangan Air Keras terhadap Aktivis KontraS

Tim 8 Prabowo Gibran mendesak polisi mengusut tuntas serangan air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus yang kini dirawat di RSCM.-Foto: Antara-

JAKARTA, PostingNews.id — Kelompok relawan pendukung pemerintah yang tergabung dalam Tim 8 Prabowo Gibran mengecam keras aksi penyiraman air keras terhadap aktivis hak asasi manusia Andrie Yunus. Mereka meminta negara bersikap tegas dan serius mengusut kasus penyerangan tersebut.

Sekretaris Jenderal Tim 8 Prabowo Gibran Akhrom Saleh mengatakan tindakan kekerasan terhadap Wakil Koordinator KontraS itu tidak boleh dibiarkan. Ia menilai kasus tersebut dapat mencoreng citra pemerintahan jika tidak segera ditangani secara serius.

“Agar tidak mencoreng nama baik presiden dan wakil presiden Pak Prabowo dan Mas Gibran,” ujar Saleh dalam keterangan tertulis yang disampaikan pada Sabtu 14 Maret 2026.

Menurut dia, aksi penyiraman air keras terhadap seorang aktivis tidak dapat ditoleransi dalam negara demokrasi. Ia menilai peristiwa tersebut menjadi ancaman bagi ruang kebebasan berekspresi dan aktivitas advokasi di Indonesia.

Saleh menegaskan setiap warga negara memiliki hak atas perlindungan diri serta rasa aman dalam menjalankan aktivitasnya. Ia menyebut perlindungan tersebut telah dijamin dalam Undang Undang Dasar 1945.

“Apa pun bentuk perbedaan pendapat seharusnya tidak boleh direspons dengan kekerasan,” katanya.

BACA JUGA:Aiman Jelaskan Alasan Undang Abu Janda di Rakyat Bersuara

Ia juga meminta aparat kepolisian memberikan perlindungan kepada Andrie Yunus serta aktivis lain yang aktif memperjuangkan isu hak asasi manusia agar terhindar dari kemungkinan serangan lanjutan.

Peristiwa penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus terjadi pada Kamis malam 12 Maret 2026 di kawasan Jalan Salemba I Talang Jakarta Pusat. Saat itu korban diserang oleh dua orang tak dikenal yang datang menggunakan sepeda motor.

Para pelaku disebut mendekati korban dari arah berlawanan sebelum kemudian menyiramkan cairan berbahaya ke arah tubuh Andrie.

Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya menjelaskan cairan tersebut mengenai bagian depan tubuh korban.

Akibat serangan itu Andrie langsung terjatuh di jalan sambil berteriak kesakitan. Dimas menuturkan sebelum kejadian, Andrie baru saja menyelesaikan perekaman siniar bertema Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia di Jakarta Pusat sekitar pukul 23.00 WIB.

Cairan kimia yang bersifat korosif tersebut mengenai sejumlah bagian tubuh korban seperti mata, wajah, dada, dan tangan sebelah kanan. Sebagian pakaian yang dikenakan Andrie bahkan meleleh akibat paparan zat tersebut.

BACA JUGA:Emosi Sesaat Berujung Petaka: Pedro Neto Terancam Sanksi UEFA Usai Dorong Anak Gawang di Markas PSG!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Share