Polemik LPDP Melebar, Jejak Mertua Arya Iwantoro di Kementan Ikut Disorot

Polemik LPDP Melebar, Jejak Mertua Arya Iwantoro di Kementan Ikut Disorot

Sorotan publik ke Arya Iwantoro meluas ke latar keluarga. Data LHKPN ayahnya yang pernah menjabat Sekjen Kementan ikut jadi perbincangan.-Foto: Istimewa-

JAKARTA, PostingNews.id — Nama Dwi Sasetyaningtyas belum juga surut dari perbincangan publik. Setelah sorotan mengarah pada suaminya, Arya Iwantoro, perhatian warganet kini merembet ke sosok yang diduga sebagai ayah Arya, Syukur Iwantoro. Penelusuran di ruang digital membawa nama birokrat Kementerian Pertanian itu ke tengah pusaran isu yang semula berkutat pada beasiswa dan kewarganegaraan anak.

Syukur bukan nama baru di lingkar birokrasi sektor pertanian. Ia pernah menduduki posisi Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, jabatan yang berada di jantung administrasi kementerian. Dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara yang disampaikan pada 2018, total kekayaannya tercatat sekitar Rp3,09 miliar setelah dikurangi utang.

Sebagian besar harta tersebut berupa tanah dan bangunan dengan nilai sekitar Rp2,66 miliar yang tersebar di Bekasi, Sumedang, Situbondo, Bogor, Jakarta Timur, hingga Bandung. Selain properti, tercatat satu unit sepeda motor Honda keluaran 2010 senilai sekitar Rp4 juta serta dua mobil, Daihatsu Terios 2015 senilai sekitar Rp160 juta dan Toyota Camry 2012 sekitar Rp82,7 juta. Aset lain berupa harta bergerak dan kas masing-masing sekitar Rp125,1 juta dan Rp81,4 juta.

Data kekayaan itu kembali diangkat ketika perdebatan mengenai latar belakang keluarga Arya menguat. Sebagian warganet menilai temuan tersebut tidak sejalan dengan narasi kehidupan sederhana yang sebelumnya sempat disampaikan Dwi di media sosial.

BACA JUGA:Polemik Alumni LPDP dan Paspor Asing Anak, DPR Minta Pengawasan Pascastudi Diperketat

“The plot thickens. Mba Sasetyaningtyas bilang dia dan suami itu dulu hidup susah dulu. Tapi jengjengjeng kenapa pas gue deep dive gue nemu kalo ternyata mertua alias bokap suaminya itu pejabat tinggi kementerian ya?cmana langganan KPK lagi.” tulis seorang pengguna media sosial dalam unggahannya.

Dari Unggahan Paspor ke Penelusuran Keluarga

Polemik bermula dari unggahan Dwi mengenai paspor Inggris anaknya. Unggahan itu memantik diskusi panjang tentang nasionalisme dan kewajiban pengabdian penerima beasiswa negara. Arya yang merupakan alumni LPDP dan kini berkarier di Inggris menjadi sasaran pertanyaan publik.

Seiring sorotan yang menguat, warganet mulai menelusuri riwayat pendidikan, pekerjaan, hingga latar belakang keluarga Arya. Nama Syukur kemudian mencuat bersama rekam jejaknya di pemerintahan dan sejumlah posisi strategis lain.

Selain pernah menjadi Sekretaris Jenderal, Syukur juga diketahui sempat menjabat Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan serta Kepala Badan Karantina Pertanian. Dalam beberapa laporan, ia disebut terlibat di sektor industri gula dan pernah memimpin organisasi produsen gula nasional.

Jejak jabatan tersebut memicu perdebatan baru. Sebagian warganet mempertanyakan kesesuaian antara kondisi ekonomi keluarga dengan narasi yang beredar sebelumnya. Perbincangan berkembang dari isu personal menjadi diskusi mengenai transparansi dan konsistensi pernyataan di ruang publik.

BACA JUGA:Upaya Penerobosan di Rumah Donald Trump Berujung Tembakan, Pria Bersenjata Tewas di Tempat

Di sisi lain, belum ada keterangan langsung dari pihak keluarga terkait perbandingan narasi tersebut dengan data yang beredar.

Isu lain yang ikut mengemuka adalah kewajiban pengabdian penerima beasiswa LPDP yang dikenal dengan skema 2N+1. Informasi yang beredar menyebut Arya menempuh pendidikan magister hingga doktoral di Belanda dan diduga belum kembali menetap di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Share

Berita Terkait