Prabowo Kumpulkan Tokoh yang Disebut Oposisi, Bahas Oligarki hingga Gaza
Prabowo mengundang tokoh yang disebut oposisi di Kertanegara, membahas oligarki, korupsi, dan opsi keluar Dewan Perdamaian Gaza.-Foto: IG @lawjustice.co-
JAKARTA, PostingNews.id — Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah tokoh yang selama ini kerap ditempatkan di luar lingkar kekuasaan pemerintah. Undangan itu berlangsung pada Jumat sore hingga malam, 30 Januari 2026, di kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan.
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyebut para tamu tersebut sebagai tokoh yang dinilai oposisi. Namun, penilaian itu tak sepenuhnya disepakati oleh para peserta yang hadir dalam pertemuan tertutup tersebut.
Salah satu undangan, mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad, menilai istilah oposisi kurang tepat. Menurut dia, pertemuan itu justru dihadiri oleh tokoh-tokoh yang memiliki keahlian sesuai bidang masing-masing.
“Tidak tepat dibilang oposisi karena ada Siti Zuhro juga dari BRIN,” kata Abraham kepada wartawan, Minggu, 1 Februari 2026.
BACA JUGA:Prabowo Buka Opsi Keluar dari Dewan Perdamaian
Selain Abraham, pertemuan itu dihadiri peneliti utama politik Badan Riset dan Inovasi Nasional Siti Zuhro, mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara Said Didu, serta mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal purnawirawan Susno Duadji.
Dari unsur pemerintah, Abraham menyebut hadir Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Luar Negeri Sugiono, dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Turut hadir pula Mayjen TNI purnawirawan Zacky Anwar Makarim, mantan Kepala Badan Intelijen ABRI.
Pertemuan berlangsung cukup panjang, sekitar empat jam tiga puluh menit. Diskusi dimulai pukul 16.30 WIB dan berakhir sekitar pukul 21.00 WIB di rumah Prabowo di Kertanegara.
Abraham mengatakan pertemuan dibuka dengan paparan langsung dari Presiden. Prabowo memanfaatkan sekitar 40 menit pertama untuk menjelaskan berbagai program pemerintah, termasuk strategi pengelolaan negara dan upaya menjaga kekayaan sumber daya alam.
“Lebih-kurang 40 menit Prabowo melakukan pemaparan,” kata Abraham.
BACA JUGA:Purbaya Janji Kejar Pertumbuhan 6 Persen, Hadiah dari Presiden Jadi Taruhan
Prabowo Singgung Oligarki dan Ancaman Balik
Dalam sesi awal itu, Prabowo juga menyinggung persoalan penyelamatan sumber daya alam. Abraham menangkap kesan bahwa Presiden cukup serius menghadapi kekuatan oligarki yang selama ini dinilai menguasai sektor-sektor strategis.
Menurut Abraham, Prabowo menyatakan tidak gentar meski sadar ada potensi serangan balik terhadap perekonomian nasional.
“Walau mereka pasti punya cara untuk menghadapi Prabowo. Misalnya, ingin menggoyang ekonomi Indonesia agar Indonesia jatuh dalam krisis,” ujar Abraham.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News