Takut Disanksi, Kurir Paket Ini Nekat Terjang Banjir di Daan Mogot Berujung Mogok
Ilustrasi banjir Jakarta.-Foto: Antara-
JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Banjir kembali menggenangi Jalan Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis 22 Januari 2026. Genangan itu bukan hanya melumpuhkan arus lalu lintas, tapi juga menghambat aktivitas warga yang menggantungkan hidup dari jalanan, termasuk para kurir paket.
Seorang kurir ekspedisi bernama Dani, 28 tahun, terpaksa mendorong motornya yang mogok usai nekat menerobos banjir setinggi sekitar 50 sentimeter di depan kawasan Samsat Jakarta Barat. Motor matic berwarna biru itu mendadak mati setelah air masuk ke knalpot dan mesin.
Dani sempat berhenti di pinggir jalan. Ia berkali-kali menginjak pedal starter, sementara sebuah paket besar berbalut plastik cokelat masih terikat di jok belakang. paket itu harus segera diantar ke kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, dengan layanan instan.
“Saya pesanan instant. Kalau saya muter atau nunggu surut, keburu telat, terobos aja,” ujar Dani di lokasi, Kamis.
Keputusan menerobos banjir justru membuatnya berada dalam situasi serba salah. Motor keburu mogok, sementara aksinya melaju di genangan tinggi memancing emosi warga sekitar. Beberapa pejalan kaki yang terkena cipratan air melontarkan protes.
BACA JUGA:Geger! Warga Rejosari Temukan Mayat Laki-Laki Tanpa Busana, Kondisi Sudah Membusuk
“Udah dikebut padahal, tapi ngeden juga. Sampai diomelin warga gara-gara nyiprat, mati juga motornya,” kata Dani sambil tertawa kecil.
Kini, ia harus mencari bengkel terdekat untuk memperbaiki kendaraannya. Di sisi lain, ia juga dihantui kekhawatiran soal sanksi dari aplikasi tempatnya bermitra.
“Saya pernah soalnya telat karena macet dikomplain, sama dua-duanya. Kan sekarang driver ratingnya ngaruh,” ucapnya.
Menurut Dani, layanan pengiriman instan punya aturan ketat soal waktu. Keterlambatan bisa berujung pada keluhan pelanggan, pemotongan insentif, hingga penangguhan akun sementara.
“Biasanya jadi susah dapat insentif, orderan instant juga jadi enggak masuk,” katanya.
BACA JUGA:Geram Gegara Abu Rokok hingga Nyaris Dilindas Truk, Mahasiswa Ini Ajukan Gugatan ke MK
Ia menyebut pelanggan sebenarnya bisa memantau posisi kurir. Namun, dalam praktiknya, banyak yang tetap menuntut pengiriman cepat.
“Kan sebenernya di customer juga bisa mantau. Tapi kalau emang dia butuh cepet ya maunya cepet. Bahaya juga takut suspend kan kalau di-report,” ujar Dani.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News