Tiga Hari Sebelum Kabar Nizam Syafei Meninggal, Lisnawati Akui Alami Firasat Tak Biasa
Ibu Nizam Syafei.--Foto: Istimewa.
JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Duka belum juga menjauh dari Lisnawati. Ia kehilangan putranya, Nizam Syafei, bocah berusia 12 tahun yang meninggal dunia setelah diduga mengalami kekerasan oleh ibu tirinya, TR. Peristiwa itu bukan hanya menyisakan perkara hukum, tetapi juga cerita panjang tentang perpisahan seorang ibu dengan anaknya.
Lisnawati mengaku sempat merasakan kegelisahan sebelum kabar duka datang. Perasaan itu muncul tanpa sebab yang jelas, beberapa hari sebelum Nizam meninggal dunia.
"Tiga hari sebelum meninggal, udah ada rasa sakit di dada," ungkap Lisnawati saat ditemui di kantor KPAI, Jakarta Pusat, Senin 23 Februari 2026.
Bagi Lisnawati, kehilangan ini terasa berlipat. Selama empat tahun terakhir, ia tidak pernah bertemu langsung dengan Nizam. Kesempatan untuk berjumpa, menurut dia, selalu tertutup. Kerinduan sebagai ibu hanya tersimpan tanpa ruang untuk disampaikan.
"Siapa yang tidak kangen sama anak. Namanya Ibu, ya pasti kangen sama anak," ucapnya dengan suara lirih.
BACA JUGA:Pramudi Tertidur Picu Tabrakan Bus Transjakarta, Perusahaan Bakal Jatuhi Sanksi
Ia menuturkan, komunikasi dengan Nizam sejak lama tidak berjalan leluasa. Akses untuk berbicara dengan sang anak disebut kerap dibatasi oleh keluarga dari pihak ayah. Situasi itu membuat hubungan mereka semakin jauh, meski Lisnawati terus berupaya mencari kabar.
Selama masa perpisahan tersebut, ia mengandalkan informasi dari tetangga mantan suaminya. Dari sanalah ia mencoba memastikan kondisi anaknya, walau hanya melalui cerita singkat yang berulang.
"Ya si Nizam mah sehat, si Nizam mah sehat sama ayahnya, gitu aja," kenang Lisnawati.
Kabar yang selama ini ia dengar ternyata tidak menggambarkan kenyataan yang terjadi. Harapan untuk kembali bertemu dalam keadaan bahagia sirna ketika ia justru dipertemukan dengan Nizam di rumah duka.
Pertemuan yang lama dinanti itu berubah menjadi momen paling menyakitkan dalam hidupnya. Ia harus menerima kenyataan melihat anaknya telah terbujur kaku di dalam keranda.
BACA JUGA:Remaja di Tangsel Ditahan Usai Diduga Cabuli 3 Anak Laki-laki
"Saya benar-benar terpuruk," katanya singkat.
Kini, kesedihan masih menyelimuti Lisnawati. Ia menghadapi kehilangan yang datang setelah bertahun-tahun menahan rindu, tanpa pernah mendapat kesempatan memeluk putranya untuk terakhir kali dalam keadaan hidup.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News