Diburu Bertahun-tahun, Gembong Narkoba El Mencho Berujung Tewas Setelah Lokasinya Dibongkar Kekasih
Gembong Narkoba El Mencho.-Foto: BBC.-
JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Operasi militer Meksiko untuk memburu gembong narkoba paling dicari di negara itu berakhir dengan temuan tak terduga. Lokasi persembunyian target justru terungkap melalui sosok yang memiliki hubungan pribadi dengannya, yakni sang kekasih.
Pemimpin kartel Jalisco New Generation, Nemesio Oseguera Cervantes yang dikenal dengan julukan “El Mencho”, tewas setelah mengalami luka dalam baku tembak dengan Militer Meksiko pada Minggu, 22 Februari 2026.
Otoritas keamanan menyebut operasi tersebut bermula dari informasi intelijen militer yang diperoleh melalui kerja sama dengan Komando Utara militer Amerika Serikat. Informasi itu mengarah pada rencana pertemuan antara Oseguera dan seorang perempuan yang disebut sebagai pasangan romantisnya di kawasan Tapalpa, sekitar 130 kilometer dari Guadalajara, ibu kota negara bagian Jalisco.
Jejak Pertemuan yang Membuka Operasi
Menurut Menteri Pertahanan Meksiko Ricardo Trevilla, perempuan tersebut diantar oleh orang kepercayaan Oseguera menuju sebuah rumah yang menjadi tempat pertemuan. Ia sempat bertemu dengan “El Mencho” pada Sabtu, 21 Februari 2026, sebelum meninggalkan lokasi yang kemudian dipastikan sebagai sasaran operasi militer.
Berdasarkan data tersebut, Pasukan Reaksi Cepat Garda Nasional menyusun operasi gabungan darat dan udara yang dilancarkan keesokan harinya. Militer bergerak secara senyap untuk mempertahankan unsur kejutan sebelum melakukan penyergapan.
BACA JUGA:Tahapan Sanksi Pengembalian Dana LPDP yang Harus Dilalui Suami Dwi Sasetyaningtyas
Setelah keberadaan Oseguera dipastikan, pasukan langsung menyerbu lokasi. Target selama ini diburu atas dugaan keterlibatan dalam kejahatan terorganisir serta kepemilikan senjata berat.
“Sejujurnya, ini adalah serangan yang cukup brutal,” ungkap Trevilla.
Baku Tembak di Kawasan Hutan
Dalam operasi itu, aparat menemukan Oseguera membawa sejumlah persenjataan berat, termasuk senapan serbu dan dua peluncur roket. Kelompok yang dipimpinnya dikenal sering memberikan perlawanan sengit terhadap aparat keamanan. Pada 2015, kelompok tersebut bahkan pernah menembak jatuh helikopter militer.
Kali ini upaya pelarian tidak berhasil. Oseguera bersama pengawalnya sempat bersembunyi di area hutan dekat kompleks vila sebelum kembali terdeteksi dan dikepung pasukan.
Baku tembak pun terjadi. Sebuah helikopter militer terkena tembakan hingga terpaksa melakukan pendaratan darurat. Dalam insiden itu, Oseguera dan dua pengawalnya mengalami luka serius.
BACA JUGA:Donald Trump Serang Netflix dan Warner Bros Discovery, Industri Hiburan Amerika Mulai Gelisah
Dievakuasi Namun Tewas di Perjalanan
Ketiganya kemudian dievakuasi menggunakan helikopter menuju rumah sakit di Guadalajara. Namun Oseguera dilaporkan meninggal dalam perjalanan. Jenazahnya selanjutnya dibawa ke Mexico City dan diserahkan kepada kantor jaksa agung.
Menteri Keamanan Meksiko Omar Garcia Harfuch menyatakan jenazah Oseguera akan diberikan kepada pihak keluarga sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News