Alasan Pakar Tidak Menganjurkan Minum Teh saat Sahur dan Berbuka Puasa

Alasan Pakar Tidak Menganjurkan Minum Teh saat Sahur dan Berbuka Puasa

Minum teh saat sahur dan buka puasa.-Mareefe -Pixabay

JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Minuman teh, baik dalam keadaan hangat maupun dingin, kerap menjadi pilihan banyak orang saat sahur dan berbuka puasa selama bulan Ramadhan. Rasanya yang manis dan segar dianggap mampu mengembalikan energi setelah seharian menahan lapar dan haus.

Tidak sedikit pula yang menjadikan segelas es teh sebagai pelepas dahaga pertama ketika azan Magrib berkumandang.

Di waktu sahur, teh hangat juga sering diminum karena memberi sensasi nyaman sekaligus membantu tubuh terasa lebih hangat sebelum menjalani puasa sepanjang hari.

Namun, sejumlah pakar kesehatan mengingatkan kebiasaan tersebut sebaiknya tidak dilakukan secara berlebihan, apalagi jika dikonsumsi setiap hari. Ada beberapa alasan yang membuat teh kurang dianjurkan diminum saat sahur maupun berbuka puasa.

Risiko gangguan tidur

Pakar Gizi IPB University, Prof Ali Khomsan, menjelaskan teh dan kopi sama-sama mengandung kafein meskipun kadarnya berbeda. Kandungan ini dapat memengaruhi kualitas tidur seseorang.

BACA JUGA:Ilmuwan Kanada Ubah Urin Manusia Jadi Listrik, Energi Baru dari Limbah

“Konsumsi kopi atau teh dapat menimbulkan gejala sulit tidur yang membuat seseorang terjaga lebih lama,” ujarnya, Senin 16 Februari 2026.

Selama Ramadhan, pola tidur masyarakat umumnya sudah berubah karena harus bangun lebih awal untuk sahur. Asupan kafein tambahan berpotensi memperburuk kualitas istirahat, terutama bila dikonsumsi pada malam hari setelah berbuka.

Berpotensi meningkatkan kehilangan cairan

Teh memiliki efek diuretik ringan. Kandungan kafein di dalamnya dapat merangsang ginjal untuk mengeluarkan lebih banyak cairan dan garam melalui urine. Kondisi ini membuat frekuensi buang air kecil meningkat.

Dalam jumlah wajar, efek tersebut biasanya tidak menyebabkan dehidrasi. Namun konsumsi berlebihan saat sahur dikhawatirkan membuat tubuh kehilangan cairan lebih banyak selama menjalani puasa.

“Oleh karena itu, anjuran tidak minum kopi atau teh saat sahur bertujuan menjaga cairan tubuh agar tidak banyak kehilangan cairan,” jelas Ali.

BACA JUGA:Wajib Tahu Jam Kritis Berkendara saat Puasa, Bisa Bikin Fokus dan Refleks Menurun

Situasi saat berbuka memang berbeda karena tubuh kembali mendapatkan asupan cairan. Meski demikian, kandungan kafein tetap perlu dibatasi agar tidak mengganggu waktu tidur malam.

Menghambat penyerapan zat gizi

Ali menjelaskan minuman manis sebenarnya dapat membantu mengembalikan energi pada awal waktu berbuka, termasuk es teh manis. Setelah berpuasa seharian, tubuh memang membutuhkan sumber energi yang cepat diserap.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Share

Berita Terkait