Awas! Sering Panaskan Sisa Makanan? Ahli Gizi Peringatkan Bahaya yang Mengintai Kesehatan

Awas! Sering Panaskan Sisa Makanan? Ahli Gizi Peringatkan Bahaya yang Mengintai Kesehatan

Ilustrasi memanaskan sisa makanan.--Foto: Istimewa.

JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Kebiasaan menghangatkan kembali sisa makanan sebelum dikonsumsi masih banyak dilakukan agar rasanya kembali enak. Namun cara ini tidak selalu aman bagi kesehatan. Beberapa jenis makanan justru berisiko menimbulkan dampak buruk jika dipanaskan berulang kali.

Ahli gizi Dr. Rita Ramayulis DCN M.Kes menjelaskan tidak semua makanan boleh melalui proses pemanasan ulang. Menurut dia, makanan yang sebelumnya sudah diolah dengan suhu tinggi sebaiknya tidak dipanaskan kembali karena dapat merusak kandungan gizinya.

“Kalau makanan itu sebelumnya telah diolah dengan suhu yang tinggi, itu sudah tidak bisa dipanaskan ulang karena akan makin terjadi pengurangan zat gizi, kerusakan zat gizi, dan juga pembentukan zat-zat baru, misalnya zat yang bersifat karsinogenik atau tingkat lemaknya menjadi sangat jenuh,” kata Rita seperti dikutip dari Antara.

Rita menjelaskan pemanasan sebenarnya tidak selalu merusak zat gizi. Kerusakan justru terjadi ketika makanan dipanaskan hingga mendidih dan dalam waktu lama. Proses tersebut dapat menurunkan kualitas gizi dan memicu terbentuknya senyawa yang tidak baik bagi tubuh.

Ia menambahkan, pemanasan ulang yang melalui proses penggorengan menjadi salah satu hal yang perlu dihindari. Proses ini berisiko lebih besar karena dapat menurunkan kandungan gizi sekaligus memunculkan zat berbahaya.

BACA JUGA:Indonesia Catat Banyak Pekerja Lembur Lebih dari 49 Jam, Gorontalo Paling Parah Versi BPS

Pengolahan dengan suhu tinggi perlu menjadi perhatian, terutama pada makanan yang digoreng menggunakan banyak minyak atau metode deep frying. Risiko akan semakin besar bila minyak yang digunakan dipakai berulang kali.

“Kalau hanya dihangatkan sampai suhu 60 derajat, itu sama sekali tidak merusak atau kalaupun dipanaskan sampai titik didih itu tidak dalam waktu yang lama. Kalau makanan digoreng kedua kali, itu sudah berisiko untuk kehilangan zat gizi,” tutur Ketua Pengurus Pusat Indonesian Sport Nutritionist Association PP ISNA 2019–2024 itu.

Selain digoreng, makanan yang dibakar juga tidak disarankan untuk dipanaskan ulang. Menurut Rita, makanan jenis ini sudah terpapar panas tinggi sejak awal proses pengolahan.

Ia juga menyoroti pangan olahan seperti sosis, kornet, dan berbagai daging olahan lain. Makanan tersebut sebaiknya tidak dipanaskan kembali karena telah melalui proses panjang sebelum dikonsumsi.

“Pangan olahan karena pangan olahan itu kan prosesnya panjang seperti misalnya sosis, kornet, atau daging olahan, itu juga tidak disarankan untuk dipanaskan ulang,” ujarnya.

BACA JUGA:Kabar Baik! Insentif Guru Honorer Naik Jadi Rp400 Ribu, Kemendikdasmen Juga Salurkan Tunjangan dan Bantuan Pendidikan

Rita juga mengingatkan soal makanan yang mengandung nitrat. Zat ini dapat berubah menjadi nitrit jika dipanaskan kembali dan berisiko bagi kesehatan.

“Nitrat jika dipanaskan bisa berubah menjadi nitrit itu bersifat sangat jelek untuk pembuluh darah dan bersifat karsinogenik. Contohnya bayam, kale, atau sayuran hijau pada umumnya. Pada kentang juga tinggi nitratnya,” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Share