Billie Eilish Dikecam Usai Pidato Grammy, Hadapi Tuntutan Soal Rumah di Tanah Adat

Billie Eilish Dikecam Usai Pidato Grammy, Hadapi Tuntutan Soal Rumah di Tanah Adat

Billie Eilish.--Foto: Istimewa.

JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Penyanyi pop Billie Eilish menjadi sasaran kritik warganet menyusul pidato politik yang ia sampaikan saat menerima penghargaan Grammy. Sejumlah pengguna media sosial mendesaknya mengembalikan rumah mewah miliknya di Los Angeles kepada masyarakat adat Amerika.

Kontroversi itu muncul setelah Eilish meraih Grammy lewat lagu Wildflower pada Minggu malam, 01 Februari. Alih-alih merayakan kemenangan tersebut, perhatian publik justru tertuju pada pernyataan yang ia ucapkan dari atas panggung penghargaan Grammy Awards.

"Meskipun saya merasa sangat bersyukur, jujur saja saya merasa tidak perlu mengatakan apa pun selain bahwa tidak ada seorang pun yang ilegal di tanah yang dicuri."

Ucapan tersebut segera memicu perdebatan. Warganet menautkannya dengan kepemilikan rumah Eilish yang berdiri di atas tanah adat. Isu itu menyebar luas dan memunculkan tudingan kontradiksi antara sikap politik sang penyanyi dan kehidupan pribadinya.

Secara hukum, Eilish tidak melakukan pelanggaran. Rumah yang ia tempati dibeli secara sah.

Namun, wilayah Los Angeles secara historis merupakan tanah leluhur masyarakat adat, khususnya suku Tongva. Tanah itu diambil alih negara dalam proses kolonialisme, lalu diperdagangkan secara legal hingga kini.

BACA JUGA:Pernah Live Bertiga, Fakta Poligami Pesulap Merah Terbongkar

Pidato Billie Eilish dipahami sebagai kritik terhadap sejarah penjajahan Amerika Serikat serta kebijakan imigrasi yang kerap melabeli migran sebagai ilegal.

Ia juga menyinggung razia imigrasi yang masih berlangsung. Dalam pidatonya, Eilish menyerukan keberanian untuk terus bersuara dan melawan secara kolektif.

Ia menyampaikan keyakinan bahwa tekanan publik memiliki daya ubah. Menurutnya, para migran merupakan kelompok yang layak diperjuangkan.

Pidato itu ditutup dengan kecaman terhadap lembaga imigrasi Amerika Serikat, Immigration and Customs Enforcement, yang disambut sorakan hadirin. Namun reaksi di media sosial justru berbalik tajam.

Gelombang kritik semakin menguat dengan tudingan kemunafikan. Sejumlah komentar menilai para selebritas kerap mengumandangkan nilai moral dan politik tanpa menerapkannya dalam kehidupan nyata.

BACA JUGA:Sempat Rujuk dan Janji Manut Suami, Inara Rusli Pasrah Bakal Ditinggal Insanul Fahmi

Politisi Eric Daugherty ikut angkat bicara. Ia menyebut rumah mewah Eilish berdiri di atas tanah milik suku Tongva, penduduk asli wilayah Greater Los Angeles Basin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Share