BACA JUGA:PBNU Pecah Kubu, Gus Yahya Tak Mau Tumbang Tanpa Muktamar
Mengapa NU Membutuhkan Blueprint Nasional Pengembangan Pesantren?
Gus Ipang berharap Muktamar ke-35 dapat menghasilkan cetak biru nasional pengembangan sumber daya manusia berbasis pesantren.
Blueprint tersebut diperlukan agar transformasi pendidikan pesantren tidak berjalan sporadis dan terpisah antarwilayah.
Dengan arah bersama, pengembangan SDM dapat memiliki target jangka panjang yang lebih terukur dan berkelanjutan.
Ia membayangkan lahirnya jutaan santri yang kuat dalam ilmu agama sekaligus memiliki kompetensi global.
Santri masa depan diharapkan mampu membaca kitab, menguasai coding, memahami geopolitik, dan mengerti ekonomi makro.
Kemampuan bahasa internasional juga dinilai penting agar santri mampu berkompetisi dalam lingkungan global.
Dengan begitu, jumlah besar warga NU dapat menjadi modal manusia yang benar-benar kompetitif secara internasional.
BACA JUGA:Prahara PBNU Memuncak! Rais Aam Resmi Berhentikan Gus Yahya, Muktamar Luar Biasa Segera Digelar!
Apakah Muktamar NU Harus Menjauh dari Politik Praktis?
Selain agenda pendidikan, Gus Ipang mengingatkan agar energi Muktamar tidak habis dalam persaingan politik internal.
Menurutnya, Muktamar seharusnya menjadi ruang pertukaran gagasan untuk menentukan arah masa depan organisasi.
Ia bahkan menyebut Jombang harus menjadi panggung transaksi gagasan peradaban, bukan transaksi kekuasaan jangka pendek.
Energi besar NU dinilai lebih bermanfaat jika diarahkan untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi perubahan dunia.
Generasi muda NU perlu diberi ruang untuk masuk berbagai sektor strategis yang menentukan masa depan Indonesia.
Sektor tersebut mencakup teknologi, ekonomi, pendidikan, diplomasi, sains, hingga industri kreatif yang terus berkembang.
Dengan pendekatan tersebut, Muktamar dapat meninggalkan warisan gagasan yang berdampak jauh melampaui periode kepengurusan.