Muktamar NU ke-35 Jangan Terjebak Politik, Pesantren Didorong Cetak Talenta AI dan Pemimpin Global

Rabu 12-08-2026,17:13 WIB
Reporter : Chalief Al Fatih
Editor : Valdie

BACA JUGA:Muktamar Digulirkan, Gus Ipul Minta Nahdliyin Tak Terprovokasi Kabar Liar

Apakah Pesantren Harus Meninggalkan Tradisi Lama?

Transformasi pesantren tidak berarti menghapus tradisi keilmuan Islam yang selama ini menjadi fondasinya.

Justru, Gus Ipang menekankan pentingnya menjaga tradisi sambil mengambil inovasi yang lebih relevan dengan perkembangan zaman.

Prinsip al-muhafazhatu 'alal qadimis shalih wal akhdzu bil jadidil ashlah dinilai perlu diterapkan secara kontekstual.

Artinya, nilai lama yang baik tetap dipertahankan sambil mengambil hal baru yang membawa kemaslahatan lebih besar.

Karena itu, penguasaan tauhid, akhlak, dan khazanah keilmuan tetap menjadi bagian penting pendidikan pesantren.

Di sisi lain, santri perlu mendapatkan akses terhadap sains, kecerdasan buatan, teknologi, dan diplomasi internasional.

Perpaduan tersebut diharapkan melahirkan generasi yang tetap berakar kuat namun mampu bersaing secara global.

BACA JUGA:Gus Yahya Kembali Tolak Keputusan Syuriyah dan Ajak Islah Lewat Muktamar

Bagaimana Pesantren Bina Insan Mulia Menjadi Contoh Transformasi?

Gus Ipang menyoroti Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon sebagai salah satu contoh transformasi pendidikan pesantren.

Pesantren tersebut diasuh Kiai Imam Jazuli dan tetap menjadikan pendidikan keislaman sebagai fondasi utama pembelajaran.

Namun, santri juga didorong memiliki wawasan global serta kemampuan berbahasa asing dan menguasai teknologi.

Mereka bahkan diarahkan memiliki orientasi pendidikan menuju universitas terbaik di kawasan Timur Tengah maupun Eropa.

Menurut Gus Ipang, model tersebut menunjukkan bahwa modernisasi pesantren tidak sebatas pembangunan fasilitas fisik.

Perubahan yang lebih penting justru menyangkut cara pandang terhadap pendidikan, pengetahuan, dan masa depan santri.

Dengan demikian, transformasi pesantren harus menyentuh aspek epistemologi, mentalitas, kurikulum, serta orientasi pendidikan.

Kategori :