Santri masa depan diharapkan tetap kuat dalam ilmu agama sekaligus menguasai teknologi, sains, ekonomi, dan diplomasi.
Gagasan tersebut membutuhkan blueprint nasional agar transformasi pesantren berjalan terarah dan tidak sekadar menjadi program sporadis.
Pada akhirnya, Muktamar Jombang dapat menjadi momentum bagi NU untuk mengubah kekuatan sosial menjadi kekuatan manusia.
Jika berhasil diwujudkan, pesantren berpeluang melahirkan generasi yang tetap berakar pada tradisi sekaligus mampu memimpin perubahan global.
BACA JUGA:KH Imam Jazuli: NU Harus Bangun Cara Berpikir Progresif agar Siap Hadapi Tantangan Abad Kedua
FAQ
Apa fokus utama Muktamar ke-35 NU menurut Gus Ipang Wahid?
Fokus yang didorong adalah transformasi pesantren, penguatan SDM, serta penyiapan generasi NU menghadapi tantangan abad kedua.
Mengapa pesantren dianggap penting bagi masa depan NU?
Pesantren dinilai sebagai salah satu fondasi utama NU sekaligus tempat strategis untuk mencetak sumber daya manusia unggul.
Kompetensi apa yang perlu dikuasai santri masa depan?
Selain ilmu agama, santri didorong menguasai sains, teknologi, AI, ekonomi global, bahasa internasional, dan geopolitik.
Apakah transformasi pesantren berarti meninggalkan tradisi?
Tidak. Transformasi diarahkan untuk mempertahankan tradisi baik sambil mengambil inovasi yang relevan menghadapi perkembangan zaman.
Apa contoh pesantren yang disebut dalam gagasan transformasi?
Gus Ipang menyoroti Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon sebagai contoh pendidikan yang memadukan fondasi keislaman dengan wawasan global.
Apa yang dimaksud blueprint nasional pengembangan SDM berbasis pesantren?
Blueprint merupakan arah bersama agar transformasi pesantren memiliki target jangka panjang dan tidak berjalan secara sporadis.
Mengapa politik praktis disebut perlu dikesampingkan dalam Muktamar?
Gus Ipang berharap energi Muktamar lebih banyak digunakan untuk pertukaran gagasan dan memikirkan masa depan generasi NU.