KH Imam Jazuli: NU Harus Bangun Cara Berpikir Progresif agar Siap Hadapi Tantangan Abad Kedua

Jumat 07-08-2026,15:35 WIB
Reporter : Chalief Al Fatih
Editor : Valdie

Menurutnya, semangat kontekstualisasi inilah yang perlu terus dikembangkan agar ajaran Islam tetap menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat.

BACA JUGA:Hargai Eksistensi NU, PDIP Janji Tak Libatkan Nahdlatul Ulama ke Dalam Pusaran Politik 2024

Islah dan Tajdid Menjadi Semangat Pembaruan

KH Imam melihat gagasan utama dalam buku tersebut adalah dorongan melakukan islah atau perbaikan serta tajdid atau pembaruan.

Ia mengaku pernah berdiskusi langsung dengan KH Ma'ruf Amin mengenai pentingnya memperbaiki cara berpikir umat agar mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai dasar Islam Ahlussunnah wal Jamaah.

Menurutnya, perubahan bukan berarti meninggalkan tradisi, melainkan mengembangkan tradisi agar tetap relevan terhadap kebutuhan masyarakat.

BACA JUGA:Ulama NU Haramkan Pasangan Belum Menikah dan Sudah Menikah VCS, Ada Tapinya Nih

Dakwah NU Perlu Beradaptasi dengan Era Digital

Selain pembaruan pemikiran, KH Imam juga menilai metode dakwah NU harus berkembang mengikuti kemajuan teknologi informasi.

Postingers, masyarakat kini semakin banyak memperoleh informasi melalui media digital dan media sosial. Karena itu, pendekatan dakwah juga perlu memanfaatkan berbagai platform tersebut secara lebih efektif.

Menurutnya, adaptasi terhadap teknologi akan membantu NU menjangkau generasi muda sekaligus memperluas penyebaran nilai-nilai keislaman yang moderat.

BACA JUGA:Keras! Aliansi Mahasiswa Kritik Wapres Soal Vaksin, Status KH Ma'ruf Amin Sebagai Ulama pun Disindir! Lho, Kok?

Politik Dipandang Sebagai Bagian dari Khidmah

Dalam paparannya, KH Imam juga menyoroti pentingnya pembahasan mengenai harakah siyasah atau gerakan politik dalam perjalanan organisasi.

Ia menilai pengalaman KH Ma'ruf Amin sebagai ulama, organisatoris, anggota DPR RI, hingga Wakil Presiden menunjukkan bahwa politik dapat dijalankan sebagai bentuk pengabdian kepada agama, organisasi, dan bangsa.

Menurutnya, organisasi sebesar NU membutuhkan strategi politik yang sehat agar mampu menjaga keberlanjutan perjuangan tanpa kehilangan jati diri sebagai jam'iyah diniyah ijtima'iyah.

BACA JUGA:Pasca Dilaporkan Repdem, Haikal Hassan Akhirnya Minta Maaf, Gegara 'Sebut Bung Karno Tukang Penjarakan Ulama'?

Infografis Gagasan KH Imam Jazuli

Aspek Pokok Gagasan
Fikroh Membangun pola pikir moderat dan progresif.
Manhaj Memahami teks agama secara kontekstual.
Harakah Mengembangkan dakwah sesuai era digital.
Islah Mendorong perbaikan berkelanjutan.
Tajdid Menghadirkan pembaruan tanpa meninggalkan tradisi.
Siyasah Politik sebagai bentuk khidmah kepada agama dan bangsa.

Kesimpulan

Postingers, KH Imam Jazuli berpandangan bahwa kekuatan NU pada abad kedua tidak hanya bergantung pada besarnya organisasi, tetapi juga kualitas cara berpikir warganya.

Melalui penguatan fikroh, pembaruan metode dakwah, kontekstualisasi pemikiran, serta strategi organisasi yang adaptif, NU diharapkan mampu terus berkontribusi menjawab tantangan sosial, pendidikan, ekonomi, dan perkembangan teknologi pada masa mendatang.

Kategori :