JAKARTA, PostingNews.id — Pemadam kebakaran atau damkar makin hari bukan cuma urusan api. Di lapangan, mereka berubah jadi “petugas serba bisa” yang siap dipanggil untuk hampir semua masalah warga, dari yang masuk akal sampai yang di luar nalar.
Tak heran kalau tingkat kepuasan publik terhadap damkar tinggi. Bahkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sempat mengapresiasi kinerja mereka karena dianggap paling responsif melayani masyarakat.
Di balik pujian itu, ada realitas kerja yang tak ringan. Petugas damkar ternyata punya standar operasional yang membuat mereka tidak boleh menolak laporan, sekalipun di luar tugas utama.
Anggota Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta Erwin Wijaya menegaskan, kehadiran jadi prioritas utama.
“Jadi kita enggak bilang maaf enggak bisa. Apapun itu permintaan masyarakat, apapun itu keluhan masyarakat, paling tidak kita hadir dulu,” kata Erwin di Jakarta, 19 Maret 2026.
BACA JUGA:Dua Jam di Istana, Prabowo Dapat Wejangan Mega soal Geopolitik yang Masih Misterius
Prinsipnya sederhana tapi berat dijalani. Damkar harus datang dulu ke lokasi, baru kemudian menjelaskan kalau memang permintaan itu bukan ranah mereka.
“Di sini kita kasih alasan yang lebih bijaksana kepada masyarakat. Yang penting kita harus hadir dulu, kita harus datang dulu ke TKP-nya,” ujar Erwin.
Cerita di lapangan bahkan lebih absurd. Permintaan bantuan tak melulu soal kebakaran atau penyelamatan.
Erwin mengaku pernah diminta menangani tikus hingga membantu pembangunan rumah warga.
“Pernah di Krukut itu Pak saya lagi membangun rumah tolong bantu. Lho waduh kita kan ini damkar Pak bukan bidangnya. Akhirnya kita kasih pengertian kepada mereka,” katanya.
Fenomena ini menunjukkan satu hal. Damkar jadi institusi yang paling dipercaya, tapi sekaligus “ditarik ke mana-mana” oleh ekspektasi publik.
BACA JUGA:Prabowo Bantah Kesan Jalan-Jalan, Sebut Diplomasi untuk Kepentingan Rakyat
Di sisi lain, saat mereka benar-benar dibutuhkan untuk kebakaran, justru hambatan datang dari lingkungan sendiri.
Erwin menyoroti parkir liar yang kerap menghalangi akses mobil pemadam menuju lokasi.