Prabowo Bantah Kesan Jalan-Jalan, Sebut Diplomasi untuk Kepentingan Rakyat
Prabowo bantah anggapan kunjungan luar negeri sekadar jalan-jalan, sebut diplomasi penting untuk ekonomi, investasi, dan lapangan kerja.-Foto: IG @kemensetneg.ri-
JAKARTA, PostingNews.id — Presiden Prabowo Subianto akhirnya buka suara soal kritik yang menyebut kunjungan luar negerinya cuma seremonial atau sekadar jalan-jalan. Ia menegaskan, agenda keliling dunia itu bukan tanpa arah, melainkan diklaim untuk kepentingan ekonomi nasional.
Penjelasan itu disampaikan dalam diskusi bersama wartawan dan pakar di Hambalang, Jawa Barat, Selasa, 17 Maret 2026. Di forum itu, Prabowo menyinggung posisi Indonesia di berbagai forum internasional yang menuntut kehadiran aktif, bukan sekadar formalitas.
Indonesia saat ini tercatat aktif di sejumlah organisasi global seperti ASEAN, G-20, hingga Organisasi Kerja Sama Islam. Menurut Prabowo, keikutsertaan itu bukan simbol kosong, tapi pintu masuk ke pasar, investasi, dan kerja sama lintas negara.
Namun, di balik itu, muncul persepsi publik yang melihat aktivitas luar negeri presiden lebih banyak seremoni ketimbang substansi. Prabowo pun menepis anggapan tersebut dengan nada menyindir.
BACA JUGA:MBG Tak Bisa Disentuh, Prabowo Tantang Kritik, Anggaran Jumbo Tetap Jalan di Tengah Ancaman Defisit
“Kalau diundang, kita tidak datang, kan tidak bagus. Nah, makanya setiap presiden Indonesia, ya, capek,” ujar Prabowo, dikutip dari keterangan Sekretariat Presiden, Ahad, 22 Maret 2026.
Ia juga menanggapi anggapan miring soal kunjungannya ke luar negeri. “Disangka saya suka jalan-jalan ke situ. Dan juga saya jalan-jalan untuk menjaga rakyat saya,” katanya.
Menurut Prabowo, diplomasi saat ini tak lagi sekadar urusan politik, tapi sudah bergeser menjadi alat geoekonomi. Dalam praktiknya, kehadiran langsung kepala negara dinilai kerap menjadi kunci untuk membuka akses pasar hingga mempercepat kesepakatan investasi.
Ia mengklaim, setiap pertemuannya dengan pemimpin negara lain berkaitan langsung dengan penciptaan lapangan kerja di dalam negeri. Akses ekspor, investasi asing, hingga kerja sama industri disebut punya dampak langsung terhadap penyerapan tenaga kerja.
BACA JUGA:Lebaran Disuruh Persatuan Lagi, Rakyat Disuruh Rukun Saat Realita Serba Sulit
Meski tugas teknis dijalankan para menteri di Kabinet Merah Putih, Prabowo menilai banyak keputusan strategis tetap bergantung pada komunikasi antar pemimpin.
“Kadang-kadang, kalau kita berunding, kalau barang-barang ini, Anda harus lapor ke nomor satu pemimpin kita. Mereka selalu begitu. Ada hal-hal yang penting harus disepakati langsung,” ujarnya.
Ia menambahkan, hubungan antarnegara tak bisa dibangun setengah hati. Posisi tawar Indonesia, kata dia, sangat ditentukan oleh kualitas relasi yang dibangun di level pemimpin.
“Jadi kalau Anda hubungannya tidak baik, Anda dapat tekanan macam-macam,” kata Prabowo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
