“Mohon untuk parkir liarnya atau parkir lebih tertata lebih rapi lagi agar unit-unit kita pada saat melakukan evakuasi pemadaman itu lebih mudah atau lebih cepat aksesnya ke titik api,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan anggota damkar Jakarta Pusat Sutrisno. Ia mengatakan banyak jalan perkampungan yang dipasangi portal sehingga memperlambat penanganan.
“Akhirnya kita harus mutar makan waktu lama. Yang harusnya 3-5 selang kita bisa jadi 20 selang panjang,” kata Sutrisno di Jakarta, 19 Maret 2026.
Data Dinas Gulkarmat DKI Jakarta mencatat sepanjang 2025 terjadi 1.656 kebakaran, menurun dari 1.969 kasus pada 2024. Namun tren lima tahun menunjukkan angka tertinggi justru terjadi pada 2023 dengan 2.286 kejadian.
Sementara itu, operasi penyelamatan justru melonjak menjadi 8.072 kasus, naik dari 6.800 pada tahun sebelumnya. Mayoritas bukan kebakaran, melainkan evakuasi hewan, mengambil barang jatuh di saluran air, hingga membantu warga yang jarinya tersangkut cincin.
Damkar pun kini seperti jadi “911 versi lokal”. Siap dipanggil kapan saja, untuk urusan apa saja. Masalahnya, ketika api benar-benar datang, jalan menuju lokasi justru masih sering dipersulit.