Tragedi Kerusuhan Terjadi di GBLA Usai Peluit Panjang Berbunyi, Bojan Hodak Beri Ultimatum Keras dan Pelatih Ratchaburi Buka Suara Soal Traumanya..
Rusuh GBLA saat Persib kontra Ratchaburi di ACL 2-@jakartainsidecom-Instagram
BACA JUGA:Barca Diobok-Obok Atletico 4-0, Legenda Barcelona Ungkit Sejarah Comeback 'Remontada' di Camp Nou:
"Kami harus bergegas. Mengapa harus tinggal? Prioritaskan hidup kami terlebih dahulu, yang lainnya bisa menunggu," ucapnya dilansir dari akun Facebook resmi Thai League.
Trauma masa lalu tiba-tiba kembali menyerang ingatannya secara paksa.
Sang pelatih teringat momen mengerikan yang berpusat di ibu kota.
"Saya pernah mengalami ini sebelumnya di Stadion Senayan, ketika stadion dibakar setelah Thailand mengalahkan Indonesia. Sebanyak 100 ribu penggemar membakar stadion; peristiwa itu masih terukir dalam ingatan saya," sambungnya.
BACA JUGA:Kepala Scouting Timnas Ultimatum Keras Para Pelatih, Simon Tahamata: Jangan Kasih Contoh Buruk!
Pandangannya terhadap perilaku pendukung lokal berubah menjadi sangat negatif.
Ia merasa kebiasaan buruk para penonton sudah mengakar sangat kuat.
"Ini adalah peristiwa bersejarah lain yang harus dicatat, sesuatu yang tidak diinginkan siapapun. Kebrutalan penggemar sepakbola Indonesia tetap sama, tidak berubah, dan bahkan mungkin lebih brutal dari sebelumnya," katanya.
Otoritas liga sepak bola Thailand ikut merespons kejadian mengerikan ini.
BACA JUGA:Malaysia Panas! Erick Thohir Dituduh Jadi 'Otak' di Balik Sanksi FIFA untuk FAM
Mereka memberikan pesan simpati mendalam melalui jejaring sosial resmi.
"Kami mengirimkan dukungan kami kepada Ratchaburi FC karena telah melewati cobaan ini. Jika ada penggemar Liga Thailand yang ingin memberikan semangat atau meminta penggemar Persib untuk sedikit meredamnya, silakan beri komentar di bawah postingan ini," tulis mereka di akun resmi Facebooknya.
Pihak tuan rumah juga merasa sangat dirugikan atas insiden ini.
Bojan Hodak tidak bisa menutupi raut kekecewaan di wajahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News