Realisasi Kredit Bank Mandiri Tumbuh Positif

Realisasi Kredit Bank Mandiri Tumbuh Positif

Realisasi Kredit Bank Mandiri Tumbuh Positif--

LAMPUNG, POSTINGNEWS.ID - Realisasi pertumbuhan kredit Bank Mandiri secara konsolidasi per kuartal II 2022, tumbuh 12,22 persen.

Hal ini membuat Bank Mandiri berhasil mencatat pertumbuhan kinerja yang positif, dalam enam bulan pertama 2022.

Sejalan dengan ekspansi bisnis yang berkelanjutan, Bank Mandiri dapat mencatatkan pertumbuhan kredit di atas pertumbuhan industri yang sebesar 10,7 persen (yoy) Juni 2022.

Direktur Manajemen Risiko Bank Mandiri, Ahmad Siddik Badruddin mengatakan realisasi pertumbuhan kredit Bank Mandiri secara konsolidasi per kuartal II 2022 menembus Rp1.138,31 triliun atau tumbuh 12,22 persen.
BACA JUGA:Taukah Anda, Manfaat Terasi Untuk Kesehatan
Lewat pencapaian tersebut Bank Mandiri juga menjadi bank dengan penyaluran kredit terbesar di Indonesia. Perbaikan kinerja Bank Mandiri selaras dengan kondisi perekonomian nasional yang masih bertumbuh.

“Hal ini juga mengindikasikan bahwa perekonomian Indonesia masih relatif stabil meski diterpa oleh ketidakpastian global,” ujar Siddik, Kamis 15 September 2022.

Fungsi intermediasi yang baik tersebut, lanjut Siddik, disokong oleh seluruh segmen kredit yang membaik.

Salah satunya kredit korporasi yang menjadi penyumbang terbesar dengan pertumbuhan sebesar 10,6 persen yoy yakni dari Rp369 triliun menjadi Rp409 triliun pada akhir Juni 2022.
BACA JUGA:Menegangkan! Digiring Masuk Hutan, Eh 18 Ekor Gajah Balik Menggiring Petugas
Pertumbuhan kredit ini juga turut mendorong pertumbuhan total aset Bank Mandiri secara konsolidasi yang mencapai Rp1.786 triliun atau tumbuh 13 persen yoy sampai dengan kuartal II 2022.
BACA JUGA:Akun Instagram Anonymus Mendadak Hilang Setelah Menuduh Pemuda Asal Cirebon Sebagai Bjorka

+++++
“Melihat kinerja yang membaik, kami optimis pertumbuhan kredit Bank Mandiri mampu tumbuh di atas 11% sampai dengan akhir tahun dengan kualitas aset yang terjaga optimal,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri, Sigit Prastowo mengungkapkan, bank berkode emiten BMRI ini juga berhasil mencatat perbaikan dari sisi profitabilitas.

Hal ini terlihat dari net interest margin (NIM) secara konsolidasi yang mencapai 5,37 persen di kuartal II 2022, tumbuh 32 basis poin (bps) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain itu, return on equity (ROE) Bank Mandiri secara konsolidasi tercatat sebesar 23,03% pada periode yang sama, meningkat 791 bps secara tahunan.
BACA JUGA:Bahaya! Menggaruk Kulit Dapat Menyebabkan Kulit Menjadi Hitam, Berikut Cara Mengatasinya
Berkat profitabilitas yang membaik, Bank Mandiri berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp20,2 triliun, tumbuh 61,7 persen (YoY).

Hal ini juga diikuti dengan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) Bank Mandiri yang mencapai Rp1.318,42 triliun per kuartal II 2022 tumbuh 12,76 persen YoY.

Pencapaian tersebut juga menjadikan Bank Mandiri dengan total DPK terbesar di industri perbankan Indonesia.

“Bank Mandiri mencatatkan kinerja keuangan progresif sampai kuartal II dan berhasil menjadi group keuangan terbesar yang memberikan kontribusi besar terhadap ekonomi,“ ujar Sigit.
BACA JUGA:Mata Perih Saat Potong Bawang Begini Tips Menghindarinya

+++++
Di samping itu, pertumbuhan kinerja Bank Mandiri, tidak lepas dari peran teknologi pada bisnis perseroan. Bank Mandiri telah menghadirkan solusi perbankan digital yang andal kepada nasabah lewat Super App Livin' by Mandiri.

Upaya tersebut juga telah berbuah manis, tercatat sejak diluncurkan Oktober 2021 lalu sampai dengan pertengahan 2022 Livin' by Mandiri telah diunduh lebih dari 14 juta kali.

Hingga Juni 2022, jumlah transaksi Livin' by Mandiri juga telah mencapai 881 juta transaksi dengan nilai lebih dari Rp1.080 triliun atau tumbuh hampir dua kali lipat dibandingkan periode Juni 2021 lalu.

Untuk dapat memanjakan dan memenuhi kebutuhan nasabah ritel, Bank Mandiri juga telah meluncurkan dua fitur andal di Livin' by Mandiri.

Kedua fitur tersebut bertajuk, Livin' Investasi untuk menghadirkan solusi berinvestasi secara mudah, cepat dan aman serta Livin' Sukha yang dapat mempermudah kebutuhan gaya hidup nasabah.

“Kinerja perseroan juga ditopang oleh kekuatan superapp Livin by Mandiri yang handal, hingga hanya dalam 8 bulan sudah diunduh oleh 15 juta downloader dan mampu mengeksekusi hingga 21.000 transaksi per detik,” terang Sigit.
BACA JUGA:Yuk Datang! 4 Kedai Kopi Kekinian Di Jakarta Ini Sangat Rekomendasi Untuk Anda Yang Mau Nongkrong
Sedangkan untuk nasabah wholesale, Kopra by Mandiri juga berperan besar dalam meningkatkan transaksi wholesale secara signifikan.

Tercatat, jumlah transaksi wholesale Bank Mandiri hingga semester I 2022 tumbuh 72 persen secara yoy menembus 326 juta transaksi.

Platform digital wholesale andalan Bank Mandiri ini juga mampu mencatatkan peningkatan pengguna sebesar 137 persen dari 23 ribu pada akhir 2021 menjadi 55 ribu akhir Juni 2022 lalu.

“Dengan nilai transaksi mencapai Rp 8.053 triliun atau tumbuh 29% YoY di semester I 2022. Akselerasi digital yang konsisten tersebut juga berhasil meningkatkan rasio dana murah (CASA) Bank Mandiri menjadi sebesar 75% di kuartal II 2022,” tandasnya. 

Sumber:

(edited)