Mantan Kades di Bogor Ditusuk Pedagang Cilok Usai Salat Jumat, Polisi Beberkan Kronologinya

Mantan Kades di Bogor Ditusuk Pedagang Cilok Usai Salat Jumat, Polisi Beberkan Kronologinya

Ilustrasi penusukan.--Foto: Istimewa.

JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Seorang pria yang menusuk mantan kepala desa berinisial HASJ, 55 tahun, di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, ternyata sehari-hari berprofesi sebagai penjual cilok. Pelaku kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan diamankan di Mapolsek Caringin.

Peristiwa penusukan itu terjadi pada Jumat, 13 Februari 2026. Saat itu korban baru saja menunaikan salat Jumat di Masjid Jami Babussurur, Desa Ciherang Pondok, Kecamatan Caringin. Insiden berlangsung di halaman Masjid ketika korban hendak pulang.

Kapolsek Caringin AKP Jajang mengatakan tersangka menjalani kehidupan sederhana. Ia mengelola warung jajanan kecil yang menjual cilok untuk anak-anak di lingkungan sekitar. Usaha tersebut merupakan kelanjutan dari usaha kakaknya yang sebelumnya berdagang di rumah keluarga mereka.

“Pengakuannya, dia dagang warung jajanan kecil cilok. Itu meneruskan usaha kakaknya karena kakaknya sudah menikah,” ujar Jajang saat dihubungi, Sabtu 14 Februari 2026.

Menurut Jajang, tersangka berasal dari keluarga besar dengan jumlah saudara sekitar tujuh hingga sembilan orang. Kondisi ekonomi keluarga disebut terbatas.

BACA JUGA:Diburu 12 Tahun, Terpidana Korupsi Mantan Kepala Desa di Bandung Akhirnya Serahkan Diri ke Kejari

Polisi masih mendalami lebih jauh latar belakang ekonomi pelaku sebagai bagian dari penyelidikan.

“Untuk status ekonominya sementara masih kami dalami. Tapi dari pengakuan, dia hidup sederhana dan mengandalkan usaha kecil itu,” katanya.

Selama ini, kata Jajang, tersangka tidak pernah tercatat terlibat tindak kriminal di wilayah Caringin. Ia dikenal sebagai warga asli setempat dan tidak memiliki riwayat konflik dengan masyarakat maupun dengan korban.

Dalam pemeriksaan awal, tersangka juga mengaku mengenal korban. Ia menyebut korban sebagai sosok yang baik dan sering memberikan dorongan kepada warga, terutama kalangan muda, agar aktif dalam kegiatan sosial serta keagamaan.

Karena itu, pelaku mengaku tidak memiliki tujuan khusus terhadap korban ketika peristiwa penusukan terjadi.

BACA JUGA:Turis Kanada Ditemukan Tewas di Kamar Hotel Labuan Bajo, Polisi Selidiki Dugaan Bunuh Diri

Berdasarkan keterangan sementara, tersangka berangkat menunaikan salat Jumat dengan membawa sebilah pisau. Seusai ibadah, ia tiba-tiba menusuk korban ketika korban berjalan meninggalkan area masjid.

Kepolisian masih mendalami kondisi psikologis tersangka guna mengungkap faktor yang melatarbelakangi tindakan tersebut. Hingga kini motif penyerangan belum dapat dipastikan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Share

Berita Terkait