Kutip Surat Ar-Ra’d Ayat 11, Prabowo Ajak Ulama-Umara Bersatu Selamatkan Bangsa

Kutip Surat Ar-Ra’d Ayat 11, Prabowo Ajak Ulama-Umara Bersatu Selamatkan Bangsa

Presiden Prabowo mengutip Surat Ar-Ra’d Ayat 11 dan mengajak ulama serta umara bersatu menjaga persatuan dan menyelamatkan bangsa Indonesia.-Foto: IG @presidenrepublikindonesia-

JAKARTA, PostingNews.id — Presiden Prabowo Subianto menaruh keyakinan besar bahwa ulama dan umara bisa berjalan seiring menyelesaikan berbagai persoalan bangsa. Di hadapan para pengurus Majelis Ulama Indonesia, Prabowo menegaskan bahwa kekuatan utama Indonesia terletak pada persatuan seluruh elemen masyarakat.

Keyakinan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri acara pengukuhan Pengurus MUI Periode 2025 hingga 2030 di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu pagi, 7 Februari 2026. Dalam pidatonya, Presiden mengutip pesan religius dari Surat Ar-Ra’d ayat 11 sebagai landasan moral untuk mengajak perubahan bersama.

“Allah SWT tidak akan mengubah nasib suatu kaum, kecuali kaum tersebut mengubah keadaan diri mereka sendiri,” kata Prabowo di hadapan ratusan tamu undangan.

Ayat tersebut, menurut Prabowo, mengandung pesan mendalam bahwa perubahan tidak akan datang tanpa usaha. Karena itu, ia mengajak para pemuka agama dan pemimpin pemerintahan untuk bekerja bersama, bukan berjalan sendiri-sendiri.

BACA JUGA:Prabowo Tegaskan Tak Ada Bangsa Bisa Maju Jika Pemimpinnya Tak Rukun

Prabowo menyampaikan rasa hormatnya kepada Majelis Ulama Indonesia yang memilih tema pengukuhan bertajuk Munajat untuk Keselamatan Bangsa. Menurutnya, tema itu mencerminkan situasi kebangsaan yang sedang menghadapi banyak tantangan.

Kepala Negara merasa kehadiran para ulama memberi keyakinan bahwa pemerintah mampu menegakkan keadilan dan membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.

Tema yang diusung MUI hari ini dianggap Prabowo sebagai langkah tepat untuk menjawab persoalan bangsa. Munajat, doa, dan kebersamaan dinilai menjadi kekuatan moral untuk menata Indonesia di tengah berbagai ujian.

Mantan Menteri Pertahanan itu juga mengingatkan bahwa persatuan adalah kunci utama. Ia meminta seluruh elemen masyarakat menanggalkan rasa curiga, kebencian, dan permusuhan.

BACA JUGA:Tragedi Keluarga di Dompu, Ayah dengan Gangguan Kejiwaan Cekik Anak Kandung hingga Tewas

Menurut Prabowo, perbedaan dan persaingan memang tidak bisa dihindari dalam kehidupan berbangsa. Namun setelah proses persaingan selesai, semua pihak harus kembali bersatu.

“Hormati semua umat dan kaum,” ujar Prabowo menegaskan pesan toleransi.

Doa Bersama untuk Bangsa

Acara pengukuhan pengurus MUI kali ini digelar dengan nuansa keprihatinan terhadap kondisi nasional. Ketua Panitia Pelaksana yang juga Ketua Bidang Penanggulangan Bencana MUI, Nusron Wahid, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diselenggarakan di tengah situasi bangsa yang sedang menghadapi berbagai ujian berat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Share