Jawaban Berubah-ubah, Pedagang Es Gabus yang Viral Difitnah Aparat Ternyata Idap Gangguan Mental
Suderajat.--Foto: Istimewa.
JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Polemik seputar Suderajat, pedagang es gabus yang sempat menjadi sorotan karena tuduhan penggunaan bahan spons, perlahan menemukan kejelasan. Penjelasan yang dinilai berubah-ubah ketika ia bertemu tokoh publik dan tampil di televisi ternyata berkaitan dengan kondisi kesehatan mental yang selama ini luput dari perhatian publik.
Keluarga bersama aparat Pemerintah Kecamatan Bojonggede mengungkapkan bahwa Suderajat dan istrinya terindikasi mengalami disabilitas mental pascatrauma. Kondisi ini memengaruhi kemampuan mereka dalam berkomunikasi dan memahami pertanyaan.
Anak Suderajat, Andi, mengatakan ayahnya mengalami gangguan kejiwaan setelah menghadapi tekanan besar akibat tuduhan es gabus di kawasan Kemayoran. Tekanan tersebut berdampak pada kemampuan verbal Suderajat.
“Bapak dan istrinya terindikasi disabilitas. Pak Suderajat mengalami gangguan kejiwaan pascatrauma. Kami mohon maaf atas jawaban Bapak, baik saat bersama Pak Gubernur Jawa Barat (Dedi Mulyadi) maupun di televisi yang dianggap berubah-ubah,” ujar Andi kepada wartawan, Senin 02 Februari 2026.
Pernyataan Andi diperkuat oleh Sekretaris Kecamatan Bojonggede, Elfi Nila Hartani. Ia menyebut hasil asesmen lapangan menunjukkan Suderajat kerap tidak mampu menjawab pertanyaan secara tepat. Jawaban yang disampaikan sering kali tidak selaras dengan konteks pembicaraan.
BACA JUGA:Warga NU Ramai-Ramai Protes Sikap PBNU Dukung Prabowo Masuk Dewan Perdamaian
Kondisi tersebut semakin rumit karena istri Suderajat juga diduga mengalami gangguan pendengaran. Situasi ini membuat komunikasi keluarga menjadi terbatas, terutama saat menghadapi pihak luar.
Di sisi lain, publik sempat menyoroti pernyataan Suderajat soal kondisi ekonominya yang dianggap tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Hal ini memicu anggapan bahwa ia tidak jujur.
Andi meluruskan anggapan tersebut. Menurut dia, ketidaksesuaian pernyataan itu bukan bentuk kebohongan, melainkan dampak dari kondisi psikologis ayahnya.
Suderajat disebut memang memiliki rumah pribadi di Kabupaten Bogor. Namun rumah tersebut tengah menjalani renovasi total melalui program Rumah Tidak Layak Huni sejak Desember 2025. Selama proses perbaikan berlangsung, keluarga terpaksa tinggal di rumah kontrakan.
Sementara itu, aparat kepolisian memastikan isu utama yang memicu kegaduhan publik telah terjawab. Pemeriksaan laboratorium menyatakan produk dagangan Suderajat tidak mengandung bahan berbahaya.
BACA JUGA:Prabowo Tegas Ancam Tangkap Kader Gerindra yang Langgar Hukum
Laboratorium Tim Keamanan Pangan Dokpol Polda Metro Jaya telah memeriksa sampel es kue, es gabus, dan agar-agar milik Suderajat. Seluruhnya dinyatakan aman untuk dikonsumsi.
“Hasilnya jelas. Produk tersebut layak dikonsumsi atau tidak mengandung zat berbahaya seperti spons,” kata Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News