Basarnas Ungkap Kondisi Tubuh Syafiq saat Ditemukan

Basarnas Ungkap Kondisi Tubuh Syafiq saat Ditemukan

Proses evakuasi jenazah pendaki muda Gunung Slamet, Syafiq.--Foto: Antara

JAKARTA, PostingNews.id - Pendakian di Gunung Slamet berakhir tragis bagi Syafiq Ridhan Ali Razan. Remaja 18 tahun asal Desa Kramat Utara, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang, Jawa Tengah itu ditemukan meninggal dunia setelah sempat dinyatakan hilang selama lebih dari dua pekan.
 
Jasad Syafiq ditemukan pada Rabu, 14 Januari 2026 di kawasan Pos 9 pendakian Gunung Malang, tepatnya di area Watu Langgar. Titik penemuan tersebut berada tidak jauh dari lokasi rekannya, Himawan, yang sebelumnya berhasil bertahan hidup dan dievakuasi.

Proses evakuasi jenazah masih berlangsung hingga Rabu sore. Tim Basarnas Provinsi Jawa Tengah bersama para relawan membawa korban turun melalui jalur timur Dipajaya, Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang.

Komandan tim Basarnas Jawa Tengah, Andika, menyebut lokasi penemuan Syafiq berada di area yang berdekatan dengan titik bertahannya Himawan sebelum diselamatkan.

“Basarnas Jawa Tengah menerjunkan enam orang dibantu dari Pos Wonosobo empat orang. Lokasi ditemukan tidak jauh dari tempat Himawan, teman Syafiq,” kata Andika di Basecamp Dipajaya.
 
BACA JUGA:Cek di Sini! Link Download Buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans

Menurut Andika, korban ditemukan oleh relawan dalam kondisi tidak bernyawa dan langsung ditangani untuk proses evakuasi.

“Pendaki bernama Syafiq ditemukan oleh tim relawan dalam kondisi sudah meninggal dunia, dan saat ini evakuasi oleh Basarnas dan tim relawan sedang dilakukan,” ujarnya.

Dari pemeriksaan awal di lapangan, Andika menduga korban mengalami hipotermia. Indikasi tersebut terlihat dari kondisi tubuh Syafiq saat ditemukan.

“Kondisi celana korban sudah terlepas dari badan pendaki saat ditemukan,” ungkapnya.

Terpisah Sejak Pos 5

Peristiwa hilangnya Syafiq bermula saat ia mendaki Gunung Slamet bersama Himawan melalui jalur Dipajaya pada 28 Desember 2025. Keduanya sempat beristirahat di Pos 5 sebelum perjalanan berlanjut.
 
BACA JUGA:Mahfud MD Minta Klaim Nadiem soal Uang di Kasus Chromebook Diuji di Pengadilan

Di pos tersebut, Himawan mengalami kram pada bagian kaki sehingga kesulitan melanjutkan pendakian. Syafiq kemudian memutuskan turun lebih dulu dengan tujuan mencari bantuan. Ia meminta Himawan tetap menunggu di Pos 5 hingga dirinya kembali.

Namun rencana itu tak berjalan sesuai harapan. Setelah berpisah, Syafiq tak kunjung kembali. Hingga malam hari, Himawan masih bertahan di Pos 5, tetapi upaya menghubungi Syafiq tidak membuahkan hasil.

Merasa situasi semakin berisiko, Himawan akhirnya memutuskan bergerak naik menuju Pos 9 Gunung Slamet yang berada di ketinggian sekitar 3.183 meter di atas permukaan laut. Dari titik tersebut, jarak menuju puncak diperkirakan hanya ratusan meter.

Himawan bertahan di Pos 9 hingga Selasa pagi 30 Desember 2025 sebelum akhirnya ditemukan oleh tim relawan. Ia kemudian dievakuasi melalui Basecamp Dipajaya dalam kondisi selamat.

Sementara pencarian terhadap Syafiq terus dilakukan oleh tim gabungan selama 17 hari. Upaya tersebut baru membuahkan hasil ketika jasadnya ditemukan di area yang tidak jauh dari lokasi Himawan bertahan hidup, menutup rangkaian pencarian panjang di lereng Gunung Slamet.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Share

Berita Terkait