Berpisah dengan Teman di Pos 5, Begini Kronologi Hilangnya Syafiq hingga Ditemukan Meninggal Dunia

Berpisah dengan Teman di Pos 5, Begini Kronologi Hilangnya Syafiq hingga Ditemukan Meninggal Dunia

Kronologi perpisahan Syafiq dengan temannya di Gunung Slamet.--Foto: Instagram.

JAKARTA, PostingNews.id - Pendaki asal Magelang, Syafiq Ridhan Ali Razani, ditemukan meninggal dunia di kawasan lereng selatan Gunung Slamet pada Rabu, 16 Januari 2026. Jenazah ditemukan relawan di area berbatu antara jalur Gunung Malang dan Baturraden setelah 17 hari dinyatakan hilang.

Syafiq merupakan warga Desa Kramat Utara, Kecamatan Magelang Utara, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Ia dilaporkan hilang sejak Senin 29 Desember 2026 saat melakukan pendakian di Gunung Slamet.

"Iya sudah ditemukan kurang lebih antara pukul 10.00 WIB tadi. Lokasi di bebatuan jurang Kali (Sungai) Lembarang. Pencarian di antara lingkaran kuning," kata Supervisor Site Gunung Slamet Perhutani Alam Wisata Wilayah Barat, Sugeng Utomo, kepada wartawan, Rabu 14 Januari 2026.

Syafiq sebelumnya mendaki Gunung Slamet bersama rekannya, Himawan Choidar Bahran, pada Sabtu 27 Desember 2025. Keduanya memulai pendakian melalui Jalur Dipajaya di Desa Clekatakan, Kabupaten Pemalang.

Mereka berencana melakukan pendakian tek-tok atau naik turun gunung tanpa bermalam. Namun hingga Minggu malam 28 Desember 2025, keduanya tak kembali ke basecamp sesuai rencana. Petugas basecamp kemudian melakukan penyisiran awal setelah mencurigai keterlambatan tersebut.

Operasi Pencarian

Upaya pencarian diperluas setelah Himawan ditemukan lebih dahulu di Pos 9 Gunung Slamet pada Selasa,30 Desember 2025. Setelah itu, operasi pencarian terhadap Syafiq terus dilakukan selama beberapa hari.

BACA JUGA:Basarnas Ungkap Kondisi Tubuh Syafiq saat Ditemukan

Namun, setelah sepekan tanpa perkembangan berarti, operasi SAR resmi dihentikan pada Rabu, 07 Januari 2026.

Meski demikian, sejumlah relawan tetap melanjutkan pencarian secara mandiri. Relawan berasal dari basecamp Bambangan di Purbalingga dan Baturraden di Banyumas.

Koordinator Basecamp Bambangan, Syaiful Amri, menyebut pencarian dilakukan atas dasar kemanusiaan dan tanggung jawab moral sebagai pengelola jalur pendakian.

Pencarian mandiri dimulai sejak 09 Januari 2026 melalui jalur Bambangan. Sebanyak tiga Search and Rescue Unit dikerahkan berdasarkan pemetaan yang sebelumnya dilakukan Basarnas.

Setelah koordinasi lintas basecamp, pencarian kemudian diperluas ke jalur Baturraden. Syafiq akhirnya ditemukan sekitar lima kilometer dari Pos 9 jalur pendakian Gunung Slamet.

BACA JUGA:Cara Timothy Ronald Bikin Korban Tergiur Ikut Member Kripto, Janjikan Profit hingga 500 Persen

Lokasi penemuan berada di lereng atas yang lebih dekat ke puncak. Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan warganet terkait kronologi perpisahan Syafiq dan Himawan.

Berdasarkan data ketinggian jalur pendakian, Pos 5 berada di kisaran 2.800 hingga 2.900 meter di atas permukaan laut. Pos ini merupakan titik tengah sebelum memasuki area lereng atas.

Sementara lokasi penemuan Syafiq berada di lereng puncak selatan atau punggungan Gunung Malang. Secara ketinggian, kawasan ini berada ratusan meter di atas Pos 5, yang disebut sebagai lokasi terakhir keduanya bersama.

Perpisahan di Pos 5

Lokasi penemuan Syafiq merupakan kawasan lereng berbatu dengan tanah tandus dan banyak aliran sungai kecil. Dari foto yang beredar, Syafiq ditemukan di antara bebatuan dalam posisi tertelungkup. Jaket dan celana pendek masih melekat di tubuhnya. Sementara celana panjang terlepas separuh dari badan korban.

Relawan juga menemukan sepatu, dompet, serta telepon genggam milik Syafiq di sekitar lokasi. Syafiq dan Himawan disebut mendaki Gunung Slamet melalui jalur Dipajaya pada 28 Desember 2025.

Setelah berjalan beberapa jam, keduanya berhenti untuk beristirahat di Pos 5. Menurut pengakuan Himawan, kakinya mengalami kram sehingga kesulitan melanjutkan perjalanan.

Melihat kondisi tersebut, Syafiq memutuskan turun lebih dulu untuk mencari bantuan. Ia meminta Himawan tetap menunggu di Pos 5. Namun, setelah menunggu cukup lama, Syafiq tak kunjung kembali.

Himawan mengaku masih bertahan hingga malam hari. Namun, komunikasi dengan Syafiq terputus.

Karena tidak ada tanda-tanda Syafiq kembali, Himawan akhirnya memutuskan bergerak naik menuju Pos 9 Gunung Slamet yang berada di ketinggian sekitar 3.183 meter di atas permukaan laut.

Dari Pos 9, jarak menuju puncak Gunung Slamet diperkirakan tinggal 300 hingga 600 meter.

Himawan bertahan di Pos 9 hingga Selasa pagi 30 Desember 2025. Ia kemudian ditemukan relawan dan dievakuasi melalui Basecamp Dipajaya dalam kondisi selamat.

 

Sementara itu, Syafiq dinyatakan hilang hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di lereng puncak selatan Gunung Slamet.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Share