Momen Apes Sopir Terjebak Banjir, Dipotong Gaji Gegara Es Batu Mencair

Momen Apes Sopir Terjebak Banjir, Dipotong Gaji Gegara Es Batu Mencair

Sopir es batu dipotong gaji lantaran muatannya mencair imbas terjebak banjir Jakarta.--Foto: Warta Kota

Jakarta, PostingNews.id - Banjir yang kembali menggenangi sejumlah ruas jalan di Jakarta pada Senin, 12 Januari 2026 bukan hanya memicu kemacetan, tetapi juga memangkas penghasilan para pekerja kecil yang menggantungkan hidup pada ketepatan waktu distribusi.

Di kawasan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, genangan air membuat aktivitas ekonomi tersendat bahkan sebelum kendaraan mencapai tujuan. Arus lalu lintas yang tersumbat berdampak langsung pada para pekerja lapangan, termasuk Aris, sopir pengantar batu es.

Rutinitas pengiriman yang biasanya berlangsung lancar berubah menjadi perjalanan panjang tanpa kepastian. Kendaraan yang dikemudikannya terjebak hampir satu jam di tengah kemacetan akibat banjir. Waktu yang terbuang di jalan perlahan menggerus kualitas muatan yang dibawanya.

Puluhan kilogram batu es di dalam boks kendaraan tak mampu bertahan menghadapi keterlambatan. Suhu yang naik membuat sebagian muatan mencair sebelum tiba di tempat tujuan.

“Sekitar 20 kilogram es batu mencair,” kata Aris lirih.

BACA JUGA:Sering Menekan Jari hingga Bunyi

Keterlambatan pengiriman bagi Aris bukan sekadar soal waktu. Batu es yang rusak akibat banjir dihitung sebagai kerugian pribadi dan berujung pada potong gaji.

Setiap kantong es yang mencair bernilai Rp17.000, angka yang tampak kecil namun berdampak besar bagi penghasilan harian seorang sopir distribusi.

“Iya, gaji dipotong,” ujarnya singkat kepada wartawan.

Pengalaman Aris mencerminkan dampak ekonomi banjir yang kerap luput dari perhatian. Bagi pekerja lapangan, tidak tersedia jaring pengaman ketika cuaca ekstrem datang. Risiko keterlambatan dan kerusakan barang harus ditanggung sendiri, meski penyebabnya berada di luar kendali mereka.

Aris mengaku tidak memiliki banyak pilihan saat banjir melanda. Memutar arah di tengah genangan justru berisiko memperpanjang waktu tempuh dan memperbesar kerusakan muatan. Bertahan dan menunggu air surut menjadi satu-satunya langkah yang bisa diambil.

BACA JUGA:Jangan Mau Dipalak, BI Tegaskan Konsumen Tak Boleh Dikenai Biaya Admin Saat Bayar QRIS

“Kalau banjir begini, kami cuma bisa berharap cepat surut,” katanya.

Ia berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat menangani persoalan banjir dengan lebih cepat dan efektif. Menurut Aris, dampak banjir tidak berhenti pada kemacetan dan terganggunya aktivitas warga, tetapi langsung menyentuh dapur para pekerja kecil yang bergantung pada kelancaran distribusi barang.

“Bukan cuma pengguna jalan yang rugi. Kami yang kerja di lapangan juga kena dampaknya langsung,” ujar Aris.

 

Hujan deras yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya sejak Senin menyebabkan sejumlah ruas jalan terendam banjir. Hingga pukul 17.00 WIB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta mencatat 39 ruas jalan masih tergenang dengan ketinggian air yang bervariasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Share

Berita Terkait